Journalnusantara.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia, berlangsung pada tanggal 10 November 2022 -17 November 2022.
Diketahui, para delegasi anggota G20 dari 19 Negara dan Uni Eropa menghadiri beragam acara seperti pertemuan bisnis, kerja sama bilateral dan hal lainnya.
Adapun 20 negara tersebut adalah Indonesia, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Perancis, Italia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, India, Arab Saudi, Turki, Afrika Selatan, Australia, Brazil, Meksiko, Kanada, Argentina, dan Uni Eropa.
Para pemimpin negara-negara G20, undangan, serta organisasi internasional, hadir di Indonesia di saat dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa.
Pandemi Covid-19 belum usai, rivalitas terus menajam, perang terjadi. Dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan sangat dirasakan dunia terutama negara berkembang.
Baca Juga: Kecurangan ACT, Dana Korban Lion Air 610 Terkumpul Rp138 Miliar, Disalurkan Cuma Rp20 Miliar
Presiden Jokowi mengatakan, sebagai presiden G20, Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam.
Menurutnya, keberhasilan hanya akan dapat tercapai jika semua pihak tanpa terkecuali, rela menyisihkan perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia.
"Di tengah situasi yang sangat sulit, G20 terus bekerja agar menghasilkan capaian konkret, mempersiapkan dana untuk menghadapi pandemi mendatang melalui pandemic fund, membantu ruang fiskal negara berpendapatan rendah melalui resilience and sustainability trust, mendorong percepatan pencapaian SDGs, menghasilkan ratusan kerja sama konkret, serta mendukung pemulihan ekonomi dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan," katanya.
Baca Juga: Miris, Guru Pukul Guru Terjadi di Cianjur, Korban Alami Luka di Wajah, Mediasi Telah Diupayakan
"Sebagai presiden G20, kita tidak hanya bicara, tetapi juga melakukan langkah-langkah nyata," tandasnya.