Sebagai gantinya, Pemerintah China menawarkan paket bantuan kepada Turki senilai 40 juta Yuan dan 30 juta yuan dalam bantuan kemanusiaan darurat ke Suriah.
Kelompok pencarian dan penyelamatan Israel United Hatzalah juga meninggalkan Turki setelah enam hari karena "ancaman keamanan yang signifikan."
Setelah beberapa menarik bantuannya seorang dokter Suriah di rumah sakit bersalin di provinsi Idlib mengungkap kondisi kritis yang terjadi di wilayahnya.
Lambatnya bantuan pengiriman alat medis membuat rumah sakit menunda sejumlah operasi darurat.
Kurangnya pasokan makanan, minuman, dan tenda pengungsian menyebabkan ratusan orang hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga: Geger! Wulan Guritno Open BO, Alasannya Bikin Penasaran
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan sempat memperingatkan bencana kemanusiaan kedua dapat terjadi apabila para penyintas tidak segera mendapatkan tempat berlindung, makanan, air dan obat dengan cepat.