JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Memilih lembaga pendidikan ideal bagi anak di tengah gempura era modern menjadi sebuah tantangan besar yang menuntut ketelitian serta kebijaksanaan setiap orang tua.
Pesantren tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga sanad keilmuan sekaligus membenteng adab. Menjawab kebutuhan tersebut, Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri’ Banu Mansur - Cianjur resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) untuk jenjang putra dan putri.
Di bawah naungan tradisi kesalafiyahan yang kental, Al-Musri’ Banu Mansur mengusung visi besar untuk melahirkan santri yang handal, militan dalam akhlakul karimah, serta mampu berintegrasi di masyarakat.
Sesuai dengan ruh pesantren, lembaga ini berkomitmen menjaga warisan keilmuan ulama terdahulu sembari mengadaptasi metode pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
"Kami ingin melestarikan fungsi santri sebagaimana mestinya, yaitu menjadi seorang pemimpin sekaligus pengabdi," tulis pihak pesantren dalam keterangan resminya.
Satu hal yang menjadi ciri khas di Al-Musri’ adalah penekanan pada Pedoman Santri yang sangat kuat. Di sini, adab diletakkan lebih utama daripada ilmu. Santri dibentuk untuk mengutamakan kepentingan bersama, berjiwa sosial, lapang dada, serta mampu menjadi pelopor yang mengayomi.
Selain itu, santri dididik untuk menjadikan musyawarah sebagai asas segala hal. Secara karakter, santri ditempa agar cerdas intelektual, emosional, dan spiritual, memiliki life skill mandiri, sehat jasmani, kuat mental, bersih pikiran, serta teguh secara ideologi.
Untuk menjaga kualitas keilmuan, Al-Musri’ menyajikan materi Kitab Kuning secara komprehensif, meliputi: Al-Qur’an, Tajwid, Tamhidul Ibadah, Safinatunnajah, Tijanuddarori, Mukhtasor Jiddan, Nadzom Maqsud, Irsyadul Ibad, dan Alfiyah Ibnu Malik.
Lalu Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahab, Jauhar Maknun, Sulamunawarok, Waroqot, Mabadi Awaliyah, Akhlaqul Banin & Akhlaqul Banat, Jam’ul Jawami’, Samarqondi, Baequniyah, Tafsir, Shohih Bukhori, dan Shohih Muslim.
Tak hanya soal ukhrawi, santri juga dibekali dengan Hard & Soft Skill seperti Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Public Speaking, Hadroh, Seni Beladiri Pagar Nusa, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Pembangunan, Teknik Elektronika, Kesehatan, Tata Busana, Ilmu Organisasi, Akuntansi, Ilmu Ekonomi Koperasi, Teknik Komputer, dan Teknik Otomotif.
Bagi wali santri yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, syarat administrasi yang diperlukan adalah Mengisi Formulir Pendaftaran, FC Kartu Keluarga 2 Lembar, FC KTP Orang Tua 2 Lembar, FC Akta Kelahiran 2 Lembar, FC Ijazah Terakhir 2 Lembar, dan Pas Foto 4x6 sebanyak 5 rangkap.
Rincian biaya pendaftaran meliputi Pendaftaran Rp 350.000, Infaq Bulanan (Makan, Listrik, Air, Kesehatan) Rp 600.000, Pembangunan Rp 1.000.000, Lemari Rp 350.000, Rekal Rp 7.000, dan Jas Almamater Rp 275.000 dengan total Rp 2.582.000.
Adapun jumlah total untuk Santri Putra ditambah Peci adalah Rp 2.652.000, sedangkan untuk Santri Putri ditambah Kerudung adalah Rp 2.632.000. Terdapat pula ketentuan uang kebutuhan wajib bulanan minimal Rp 200.000 dan uang bekal bebas yang wajib disimpan di Koperasi Pesantren.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ustd. Duroh Hamidah di nomor 085817121997 atau datang langsung ke alamat Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri’ Banu Mansur, Cianjur.