Journalnusantara.com - Pernahkah kamu merasa… kamu terlihat sangat sibuk, aktif, bahkan sering menolong banyak orang. Tapi ketika kamu sendiri, ada rasa hampa yang menghampiri?
Seolah ada sesuatu yang tumbuh, namun tanpa arah. Seperti hidupmu terus berjalan, tapi jiwamu tak ikut melangkah.
Uniknya, manusia dan pohon memiliki banyak kemiripan. Keduanya bisa tampak subur dan hidup, namun belum tentu benar-benar "hidup" dalam artian seutuhnya.
Pohon Tanpa Buah, Manusia Tanpa Koneksi Batin
Ada pohon yang daunnya lebat, rindang, dan tampak sehat di mata orang. Tapi, ia tak menghasilkan buah apa pun. Ia tidak memberi manfaat. Ini mirip dengan manusia yang sangat aktif di luar, namun kehilangan koneksi batin. Dekat dengan semua orang, tapi terasa jauh dari Tuhan. Ramah kepada siapa saja, namun lupa untuk mengakar ke atas, menjalin hubungan spiritual.
Pohon Berbuah Manis, Tapi Keras Secara Sosial
Di sisi lain, ada pohon yang buahnya manis melimpah, namun tak ada tempat untuk berteduh di bawahnya. Hasilnya banyak, tapi tidak menawarkan ketenangan. Ini seperti manusia yang rajin beribadah, namun bersikap keras kepada sesamanya. Mengaji setiap hari, tapi kasar kepada orang tua. Berdoa panjang, namun tak peka terhadap lingkungan sekitar. Mereka bersinar secara spiritual, tapi kering secara sosial.
Pohon yang Utuh: Rahmat bagi Semesta
Kemudian, ada pohon yang utuh. Daunnya lebat, buahnya manis, dan akarnya sangat dalam. Pohon ini tidak hanya berdiri tegak, tetapi juga memberi naungan dan makanan. Ia benar-benar berarti. Manusia seperti ini hadir untuk Tuhannya, sekaligus menjadi rahmat bagi sesamanya. Kehadirannya menguatkan, sikapnya menenangkan. Kata-katanya sederhana, namun menyentuh, bagaikan air jernih.
Hidup yang Sekadar Rutinitas
Namun, tak sedikit pula manusia yang hidupnya seperti batang pohon kering. Tidak berbuah, tidak rindang, dan tidak menyejukkan. Hidupnya sekadar rutinitas, jiwanya tercecer. Hari-harinya habis hanya untuk lari dari diri sendiri. Semakin lama dibiarkan, yang tumbuh bukanlah kedewasaan, melainkan kehampaan.
Akar yang Belum Ditanam
Jika gambaran di atas terasa seperti hidupmu saat ini, mungkin bukan hidupmu yang salah arah, tetapi akarmu yang belum benar-benar tertanam. Kamu bisa terlihat produktif, tapi tetap merasa kosong, karena bukan pencapaian yang hilang, melainkan hubunganmu dengan sumber kehidupan.
Ini bukan tentang seberapa cepat kamu berlari, tapi tentang arah dan kedalaman akarmu. Pohon yang tinggi tanpa akar yang kuat akan mudah tumbang. Namun, pohon yang akarnya dalam dan kuat, sekecil apa pun daunnya, akan tetap memberi manfaat.