Journalnusantara.com - Pada tanggal 24 Juni 1982, sebuah peristiwa luar biasa terjadi di langit Indonesia yang melibatkan pesawat Boeing 747 milik British Airways.
Pesawat yang membawa 263 penumpang dan awak ini mengalami insiden mati mesin mendadak saat melintasi wilayah di atas Pelabuhan Ratu.
Penyebab insiden ini adalah abu vulkanik dari erupsi Gunung Galunggung yang masuk ke dalam keempat mesin pesawat.
Akibatnya, pesawat Boeing 747 tersebut melayang tanpa dorongan mesin sejauh 15 kilometer.
Diketahui bahwa pesawat kehilangan ketinggian sekitar 1 kilometer setiap 15 kilometer meluncur, dari ketinggian semula 11 kilometer.
Dalam situasi genting tersebut, sang pilot telah membuat keputusan krusial untuk mendaratkan pesawat di laut selatan.
Namun, keajaiban terjadi. Mesin pesawat tiba-tiba menyala kembali, memberikan harapan baru bagi seluruh penumpang dan awak.
Dengan kegigihan dan keahlian pilot, pesawat berhasil melakukan pendaratan darurat yang sukses di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.
Seluruh 263 penumpang dan awaknya selamat tanpa menderita luka sedikit pun.
Peristiwa dramatis ini tidak hanya menjadi kisah heroik dalam sejarah penerbangan, tetapi juga berhasil tercatat dalam Guinness Book of World Records.
Pesawat Boeing 747 British Airways tersebut menjadi satu-satunya pesawat komersial yang berhasil terbang sejauh 15 kilometer tanpa dorongan mesin, sebuah pencapaian yang luar biasa dan patut diacungi jempol.
(Sumber: Majalah Angkasa)