JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur memeriahkan peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 lewat parade mobil hias bertema NGAOS dalam Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026.
Kehadiran iring-iringan ini menjadi sarana menggemakan penguatan literasi, numerasi, serta penanaman moral bagi generasi muda di wilayah setempat.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin menerangkan, pemilihan gagasan NGAOS berpijak kuat pada akar tradisi warga Cianjur.
Maknanya tidak terbatas pada aktivitas mengaji atau membaca literatur belakangan ini, melainkan mencakup proses menuntut ilmu untuk menempa kedisiplinan mental dan olah pikir.
"Kata NGAOS tidak hanya kita maknai sebagai kegiatan membaca ayat semata, tetapi juga melatih kedisiplinan rohani dan olah pikir. Ini adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang cerdas sekaligus berakhlak mulia," katanya.
Ruhli Solehudin menambahkan, inovasi ini menegaskan bahwa proses belajar mengajar tidak selalu terkungkung di dalam ruang kelas, melainkan dapat disiarkan melalui wahana kebudayaan.
"Kami ingin masyarakat melihat bahwa pendidikan itu bukan hanya berlangsung di ruang kelas. Nilai-nilai pendidikan, literasi, numerasi dan karakter juga dapat disampaikan melalui kegiatan budaya seperti karnaval," tuturnya.
Iring-iringan parade bertolak dari titik start di Jalan Perintis Kemerdekaan, menyusuri deretan jalan protokol, hingga usai di kawasan Alun-Alun Cianjur.
Konvoi kendaraan hias ini turut dikolaborasikan bersama gelaran kesenian daerah, aksi marching band, serta partisipasi puluhan kontingen dari 32 kecamatan.
Melalui narasi NGAOS, instansi pendidikan daerah berkomitmen menyelaraskan kebudayaan lokal dan penguatan karakter demi menyongsong agenda Indonesia Emas 2045.