daerah

Gandeng BNNK, KKN 02 Mekarwangi IAI Al-Azhary Cianjur Gelar Seminar Edukasi Bahaya Narkoba

Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:41 WIB
KKN 02 Mekarwangi IAI Al-Azhary Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR — Dalam rangka memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, KKN 02 Mekarwangi IAI Al-Azhary Cianjur 2026 menggelar Seminar Edukasi Bahaya Narkoba dengan mengusung tema “Generasi Cerdas, Berprestasi Tuntas, Tanpa Narkoba.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di SMP Negeri 1 Ciranjang (Kelas Jauh) yang berada di lingkungan RW 05 RT 02, dengan melibatkan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Cianjur sebagai mitra dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada generasi muda.

Seminar Edukasi Bahaya Narkoba ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN 02 Mekarwangi terhadap persoalan penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bahaya narkoba, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan, pendidikan, lingkungan sosial, serta masa depan.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian bagi para pelajar untuk mengatakan “tidak” terhadap narkoba serta mampu menjaga diri dari lingkungan dan pergaulan yang dapat membawa kepada penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa, pihak sekolah, BNN Cianjur, dan para siswa dalam membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak dini.

Ketua Panitia sekaligus bagian dari pelaksana KKN 02 Mekarwangi, Ilham Fathurrohman, menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran dan karakter generasi muda.

Dalam keterangannya, Ilham menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, para pelajar perlu mendapatkan lingkungan pendidikan yang mampu membekali mereka dengan pengetahuan, karakter, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang benar.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan pemahaman bahwa narkoba itu berbahaya, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjaga dirinya, memilih pergaulan yang sehat, dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Kami berharap para siswa dapat menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, dan mampu menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Lalu Ilham juga berharap kegiatan edukasi seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan seminar saja, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran yang berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sementara itu, M. Muharam Tohirin, yang turut berperan sebagai Relawan Anti Narkoba, menyampaikan bahwa persoalan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga tertentu.

Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, mahasiswa, hingga generasi muda itu sendiri.

“Melawan narkoba bukan hanya tugas BNN atau aparat penegak hukum. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Generasi muda harus memiliki keberanian untuk menjaga dirinya, lingkungannya, dan masa depannya. Menolak narkoba berarti memilih kehidupan yang lebih sehat, pendidikan yang lebih baik, dan masa depan yang lebih jelas,” bebernya.

M. Muharam Tohirin juga menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki aktivitas positif yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi diri. Pendidikan, organisasi, kegiatan sosial, olahraga, keagamaan, dan berbagai aktivitas produktif lainnya dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat bagi para pelajar.

Halaman:

Tags

Terkini