daerah

Ini Soal Tradisi dan Sejarah Yang Patut Dihormati dan Diperingati

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:34 WIB
Karang Taruna Unit 01 Tunas Harapan, Sukoharjo. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, SUKOHARJO - Karang Taruna Unit 01 Tunas Harapan, Dusun Sambilawang-Dobayan (sambalado), Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, telah mengadakan rangkaian acara untuk memperingati HUT RI ke 80 sejak Minggu (2/8). Mulai dari lomba anak-anak hingga turnamen voli antar RT.

Di tengah kondisi bangsa yang memang sedang tidak baik-baik saja ini banyak masyarakat terutama di medsos menolak untuk turut merayakan hari kemerdekaan. Hal ini sebagai bentuk protes dan rasa kecewa atas kinerja pemerinrah yang dianggap tidak mau mendengar suara rakyat.

Namun Yuniar Sutanto, Bayan Sambalado, mengingatkan agar perasaan tersebut harus dipisahkan dengan perayaan hari kemerdekaan yang dipandangnya sebagai tradisi dan sejarah, "Hari kemerdekaan itu soal tradisi dan bagian sejarah perjuangan bangsa, jadi sudah sepatutnya kita hormati dan peringati setiap tanggal 17 Agustus," tuturnya.

Tidak hanya itu, Andi Febrianto selaku Ketua Panitia, menambahkan bahwa perayaan hari kemerdekaan memang dikemas dengan sederhana, "Yang terpenting bisa guyup antar warga saling menjaga persatuan dan kesatuan berdasar asas gotong royong," jelasnya.

Jadi sekali lagi, anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Karang Taruna ini bukan karena disuruh atau diminta tapi atas prakarsa sendiri, "Mereka secara kreatif berkumpul membahas rencana kegiatan sampai pelaksanaan, bukan karena disuruh oleh pemerintah. Ini karena sudah tradisi dari tahun ke tahun," timpal Yuniar.

Mengadakan event terutama perayaan hari kemerdekaan di tengah kondisi sekarang ini tidak mudah namun pemuda-pemudi karang taruna tetap beraikap positif dan optimis, "Kuncinya hanya satu yaitu optimis saja," ucap Rohmat Tri Wibowo, salah seorang anggota karang taruna saat ditanya terkait tantangan dalam menyelenggarakan acara.

"Tentu tantangannya ada, salah satunya terkait partisipasi warga, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini. Juga kadang masih ada rasa malu atau sungkan dari kaum muda untuk tampil ke publik. Soal-soal lain sepertinya gak ada masalah berarti," ujar Rohmat lagi.

Terkait harapan, Andi menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa terus diadakan setiap tahunnya, "Ini penting mas untuk melatih anak-anak muda belajar berorganisasi juga hingga bisa ada regenerasi ke depannya. Selain itu, ini juga untuk membuktikan bahwa kami kaum muda punya kontribusi bagi warga kampung, setidaknya," pungkas Andi.

Prakarsa, kreativitas serta rasa cinta tanah air dari kaum muda ini sepertinya patut buat dicontoh. Terlebih untuk kaum muda di perkotaan yang biasanya lebih sering wasting time di cafe-cafe atau tempat hiburan malam lainnya. Kaum muda di kampung/desa ternyata juatru lebih punya tanggungjawab baik terhadap diri maupun lingkungannya.

Tags

Terkini

Neng Eem: Perbedaan Membuat Kita Lebih Kuat

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:00 WIB