CIANJUR, – SMK Assuyuthiyyah bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur dan Duta Anti Narkoba Jawa Barat, Dandi Kusnadi, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dirangkaikan dengan tes urine bagi pelajar SMP dan SMK Assuyuthiyyah. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) di Aula SMK Assuyuthiyyah ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
Kegiatan diikuti oleh para pelajar SMP dan SMK Assuyuthiyyah, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, sambutan Kepala Sekolah, penyampaian materi P4GN oleh narasumber dari BNN Kabupaten Cianjur, sesi diskusi interaktif, pelaksanaan tes urine, hingga penutupan.
Kepala SMK Assuyuthiyyah, Fery Nur El Firdaus, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kolaborasi dengan BNN Kabupaten Cianjur dan Duta Anti Narkoba Jawa Barat merupakan langkah nyata untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kesadaran akan bahaya narkotika sejak usia sekolah.
Materi P4GN disampaikan oleh dua narasumber dari BNN Kabupaten Cianjur, yakni Duwi Agustiningsih, S.E., Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, dan Ilfa Nuraeni, A.Md.Kep., Perawat Terampil. Dalam pemaparannya, kedua narasumber menjelaskan berbagai jenis narkotika, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, modus peredaran yang menyasar kalangan remaja, serta pentingnya keberanian pelajar untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara mengenali ciri-ciri penyalahgunaan narkoba, langkah menghadapi pengaruh negatif pergaulan, hingga mekanisme rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian pelajar terhadap pentingnya menjaga diri dan lingkungan sekolah dari ancaman narkoba.
Sebagai bentuk implementasi nyata Program P4GN, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap pelajar SMP dan SMK Assuyuthiyyah. Pemeriksaan dilakukan oleh tim BNN Kabupaten Cianjur sesuai prosedur yang berlaku sebagai upaya deteksi dini sekaligus penguatan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif narkotika. Hasil tersebut menjadi indikator bahwa lingkungan SMP dan SMK Assuyuthiyyah berada dalam kondisi bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang BERSINAR (Bersih dari Narkoba).
Duta Anti Narkoba Jawa Barat, Dandi Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas komitmen SMK Assuyuthiyyah yang tidak hanya memberikan edukasi kepada peserta didik, tetapi juga berani mengambil langkah preventif melalui pelaksanaan tes urine. Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak dini melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
"Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama. Edukasi yang berkelanjutan, didukung dengan langkah nyata seperti tes urine dan penguatan karakter, menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, berprestasi, serta mampu menjadi pelopor gerakan anti narkoba di lingkungannya," ujar Dandi.
Melalui sinergi antara SMK Assuyuthiyyah, BNN Kabupaten Cianjur, dan Duta Anti Narkoba Jawa Barat, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan program pencegahan narkoba secara berkelanjutan. Dengan semangat ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba), seluruh elemen pendidikan diajak memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.