JOURNALNUSANTARA.COM, BANDUNG BARAT - Langkah nyata untuk memulihkan ekosistem di sepanjang Daerah Aliran Sungai Citarum kembali diperlihatkan oleh jajaran TNI.
Komandan Sektor 6 Citarum Harum wilayah Cianjur, Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus, memantau secara langsung pembongkaran kolam jaring apung yang berada di kawasan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat.
"Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menyelamatkan aliran sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut dari kerusakan lingkungan yang semakin parah," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Jhonson menguraikan bahwa pengurangan jumlah keramba ikan terapung masuk ke dalam daftar sepuluh agenda prioritas dari gerakan Citarum Harum.
"Program strategis ini sengaja dirancang demi mencegah pendangkalan dasar bendungan yang kian mengkhawatirkan," tuturnya.
Tidak hanya itu, pembatasan keramba juga bertujuan mempertahankan mutu air waduk yang selama ini menjadi penopang utama pasokan air bagi warga di tiga provinsi sekaligus.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kepadatan keramba yang tidak terkontrol secara langsung memicu pengendapan lumpur serta mengikis volume tampung waduk.
Oleh sebab itu, pembersihan ini dipandang sebagai sebuah keharusan demi kelangsungan hidup sungai. Pernyataan tersebut disampaikannya saat berada di tengah-tengah area operasi pembersihan.
Fokus pembongkaran kali ini diarahkan pada Blok Sangkali yang terletak di area Waduk Cirata. Wilayah tersebut menjadi sasaran utama lantaran jumlah jaring ikan di sana sudah melampaui ambang batas kemampuan ekologi perairan.
Guna mengantisipasi gesekan, para petugas gabungan menerapkan pendekatan humanis namun tetap tegas saat merobohkan struktur jaring di lokasi.
Dari hasil pendataan di tempat kejadian, petugas berhasil meratakan 22 unit kolam jaring apung yang terbukti dikelola oleh tiga orang peternak ikan setempat.
Pembongkaran berjalan dengan sangat kondusif tanpa ada perlawanan dari para pemilik. Hal ini terjadi karena petugas dinilai telah melakukan pendekatan dan dialog yang matang jauh-jauh hari sebelum eksekusi dimulai.
Kelancaran agenda ini didukung penuh oleh kehadiran sejumlah anggota TNI beserta enam perwakilan warga setempat yang bahu-membahu di lapangan.