Kolonel Jhonson pun memuji sikap kooperatif warga Cipendeuy Bandung Barat yang sadar akan pentingnya menjaga fungsi bendungan.
Menurut penjelasannya, keberhasilan jangka panjang dari program pemulihan sungai ini mutlak membutuhkan keterlibatan aktif dari semua pihak.
Pihaknya juga memastikan bahwa tindakan ini tidak sekadar berujung pada penggusuran semata. Pemerintah dan instansi terkait telah menyiapkan langkah lanjutan pasca-penertiban berupa pengawasan berkala serta pelatihan budidaya ikan yang lebih aman bagi ekosistem.
Selain itu, para peternak yang terdampak juga akan diberikan panduan mengenai opsi pekerjaan baru agar roda ekonomi mereka tetap berputar.
Kolonel Jhonson memaparkan bahwa seluruh rangkaian program Citarum Harum bersifat komprehensif karena mencakup aspek regulasi, perbaikan wilayah, hingga pembinaan warga.
Dirinya menaruh harapan besar agar Waduk Cirata dapat kembali beroperasi secara maksimal, baik sebagai penyuplai air bersih, sarana penahan luapan banjir, maupun penggerak turbin pembangkit listrik.
Lewat pembersihan puluhan jaring apung di Blok Sangkali, langkah ini diharapkan mampu memicu kesadaran serupa di kawasan lain demi masa depan sungai yang lebih lestari.
Artikel Terkait
BEM PTNU Desak DPR RI Evaluasi Tata Kelola Kejaksaan Agung
Poster Film "Yang Sudah Boleh Pulang" Resmi Dirilis Sineas Cianjur
LPTQ Cianjur Gandeng Lintas Sektor Matangkan Persiapan MTQH XLVIII di Pagelaran
Pagi, Aku Tak Berarti?
Mutiara Pagi: Hati yang Saling Mengenal (Bagian 2267)
Dugaan Korupsi Dana Reses Dewan, Cianjur Parliament Watch Tuntut Transparansi
Hari Jadi Cianjur ke-349: Ketika Ngaos, Mamaos, dan Maenpo Menjadi Cermin Pembangunan
Menjaga Kredibilitas Hukum di Tengah Arus Spekulasi
Cianjur 349 Tahun: Merawat Warisan, Menjemput Masa Depan
Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)