Dirinya menganalogikan bahwa apabila tindakan negatif saja sering kali dilakukan dengan penuh keberanian, maka gerakan memuliakan manusia seharusnya memicu kenekatan yang jauh lebih besar.
Ia mengingatkan bahwa kontribusi nyata tidak melulu diukur dari kesiapan finansial, melainkan bisa disalurkan lewat sumbangan tenaga, pemikiran, maupun kepedulian moral secara berkesinambungan.