JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur mendorong penguatan kemitraan strategis dengan kepolisian setempat beserta organisasi kemanusiaan guna menjangkau kelompok masyarakat yang belum terakomodasi oleh program kerja daerah.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk mempercepat penanganan masalah kesejahteraan sosial di kawasan yang sulit diakses.
Pernyataan ini mengemuka di sela-sela agenda bakti sosial dalam rangka memperingati hari jadi Bhayangkara ke-80 yang dipusatkan di Desa Pananggapan, Kecamatan Cibinong, pada Minggu (28/6/2026).
Pesta rakyat bermuatan sosial yang mengusung prinsip pembelaan kaum lemah ini menyediakan beragam bentuk kepedulian publik.
Fasilitas yang dihadirkan meliputi pemeriksaan medis tanpa biaya, penyaluran bahan pangan pokok, santunan bagi kelompok lansia serta anak yatim, hingga perbaikan rumah tinggal yang kondisinya sudah tidak memadai.
Kehadiran stimulus tersebut diakui sangat meringankan beban operasional otoritas wilayah di tengah pengetatan anggaran pembangunan daerah.
Bupati Cianjur mengungkapkan bahwa struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah yang ada saat ini tidak akan pernah cukup untuk menuntaskan seluruh problem infrastruktur dasar dan hunian warga dalam waktu instan.
Menurutnya, keterbatasan kapasitas fiskal membuat pemenuhan sarana pendidikan, akses jembatan, dan pembenahan pemukiman kumuh harus dilakukan secara bertahap.
Oleh sebab itu, intervensi aktif dari kelompok swadaya masyarakat dinilai menjadi jembatan penutup bagi celah program yang belum sempat terealisasi oleh birokrasi.
Ia juga berharap pola koordinasi yang telah terjalin baik ini dapat terus dipertahankan bahkan diperluas daya jangkauannya pada masa mendatang.
"Sinergi kolektif tersebut diharapkan tidak sebatas pada urusan renovasi rumah semata, melainkan merambah ke sektor-sektor pemberdayaan manusia yang lebih masif," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bagong Mogok, AKBP (Purn) Hilman Muslim, menyatakan apresiasinya atas ruang kolaborasi yang dibuka lebar oleh kepala daerah serta pimpinan kepolisian resor setempat.
Hilman memaparkan bahwa identitas gerakan mereka mengadopsi filosofi daya tahan satwa yang pantang mundur ketika terdesak.
"Nilai kepasrahan yang berujung pada keberanian ekstrem itulah yang diadopsi menjadi motor penggerak untuk konsisten memberikan pertolongan kepada sesama," ucapnya.
Artikel Terkait
Dorong Penguatan Budaya, PW ISNU Jawa Barat Bakal Gelar Expo Pendidikan dan Pameran Karya Ilmiah
Mutiara Pagi: Romantika Kehidupan (Bagian 2254)
Peringati Hari Asyura, Perempuan Bangsa Cianjur Santuni Puluhan Lansia
Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD
PC ISNU Cianjur Siap Ambil Bagian dalam Expo PW ISNU Jawa Barat 2026
Mutiara Pagi: Amanah (Bagian 2255)
Sinergi Ulama dan Pemuda Sukanagalih di Bulan Muharram 1448 H, Gelar Tablig Akbar hingga Santunan
Kolaborasi Lintas Sektor, 73 Jemaah Haji Kloter JKS 24 Tiba di Mako Polres Cianjur
Sinergi Pengamanan Terpadu, Mapolres Cianjur Fasilitasi Kepulangan Jemaah Haji Menjelang Hari Bhayangkara
Sinergi Lintas Sektoral Rampung, Mapolres Cianjur Sukses Fasilitasi Kepulangan Jemaah Haji Kloter JKS 24