JOURNALNUSANTARA.COM, BANDUNG - Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Barat bersiap menyelenggarakan pergelaran akbar bertajuk Expo Pendidikan PW ISNU Jabar 2026 pada Rabu (8/7/2026) mendatang.
Berdasarkan surat undangan yang beredar, agenda strategis tersebut bakal dipusatkan di Balai Pendidikan Keagamaan Bandung, Gedebage, Kota Bandung.
Acara ini dirancang sebagai ruang diseminasi gagasan sekaligus unjuk karya nyata dari para cendekiawan nahdliyin se-Jawa Barat.
Ketua PW ISNU Jawa Barat Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si. CPCE., MCE., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi komitmen organisasi dalam mengawal mutu pendidikan nasional berbasis kearifan daerah.
Pihaknya mengundang seluruh jajaran Ketua PC ISNU se-Jawa Barat untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam momentum tersebut.
Prof. Ulfiah menyebutkan bahwa laporan kesiapan kegiatan expo akan disampaikan langsung pada sesi pembukaan yang dijadwalkan dimulai sejak pagi hari.
Prosesi pembukaan acara rencananya akan dimeriahkan oleh penampilan kesenian lokal berupa Tari Merak serta lantunan mars kebangsaan dan organisasi.
Simbolisasi pembukaan pameran pun tergolong unik karena dilakukan secara tradisional menggunakan instrumen musik bambu.
Ia mengonfirmasi bahwa Ketua Pimpinan Pusat ISNU Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., dijadwalkan hadir sekaligus membuka kegiatan EXPO secara resmi dengan memukul Angklung.
Selain seremoni, institusi ini menggelar Seminar Nasional Pendidikan yang menitikberatkan pada tema Penguatan Budaya Lokal Menuju Indonesia Emas.
Diskusi ilmiah tersebut menghadirkan jajaran pakar dan pejabat otoritas pusat, mulai dari unsur Kementerian Pendidikan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, hingga akademisi perguruan tinggi.
Rangkaian pemikiran strategis dari para narasumber ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi taktis bagi dunia pendidikan nasional.
Paralel dengan seminar, dilaksanakan pula Pameran Karya Ilmiah ISNU se-Jawa Barat yang mengusung misi Meraih Karya Membuka Cakrawala Dunia.
Pihak panitia menyiapkan berbagai stan khusus yang menampilkan produk UMKM, inovasi teknologi digital, buku fiksi dan nonfiksi, profil video, hingga layanan konsultasi terbuka bagi pengunjung.