Gelar Aksi Berbagi Kasih, KOPRI PMII Cianjur Salurkan Paket Sembako untuk Yatim dan Lansia di Gedung PCNU

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 26 Juni 2026 | 09:06 WIB
KOPRI PMII Cianjur salurkan paket sembako untuk yatim dan lansia. (FOTO: Ist)
KOPRI PMII Cianjur salurkan paket sembako untuk yatim dan lansia. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Anak-anak tampak sumringah dan bahagia saat memadati lokasi pelaksanaan agenda sosial kemanusiaan di wilayah Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Menandai momentum sakral hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Cabang Cianjur bersama dengan Bidang Keagamaan menginisiasi sebuah gerakan kepedulian yang diberi tajuk Berbagi Kasih.

Dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut, organisasi kemahasiswaan ini membagikan sebanyak 50 paket sembako yang diserahkan secara langsung kepada anak-anak yatim piatu serta kalangan lanjut usia atau jompo yang berada di sekitar kawasan Gedung PCNU.

Jalannya acara yang dimulai sejak pagi hari itu diliputi suasana haru yang mendalam dari para hadirin.

Sebelum paket logistik kebutuhan pokok sehari-hari tersebut didistribusikan, seluruh kader dan penerima manfaat terlebih dahulu melantunkan selawat serta doa bersama demi keberkahan acara.

Ketua KOPRI Cabang PMII Cianjur, Tela Mutia, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata kader perempuan terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar, sekaligus memuliakan bulan Muharram yang dikenal sebagai bulannya anak yatim.

Rasa syukur ia sampaikan karena target utama mereka, yakni anak-anak yatim dan orang tua jompo yang membutuhkan uluran tangan, dapat tersenyum sekaligus teringankan bebannya melalui kehadiran KOPRI.

Pandangan senada turut diutarakan oleh Ketua Bidang Keagamaan, Siti Nurjamilah, yang memandang bahwa agenda kali ini menjadi media refleksi penting dalam mengasah sensitivitas sosial para kader.

Dirinya menegaskan bahwa peringatan 10 Muharram tidak boleh terjebak dalam batas seremonial belaka, melainkan harus diwujudkan sebagai panggilan nurani untuk memperkokoh solidaritas kemanusiaan atau hubungan antarsesama manusia.

Gerakan kecil ini diharapkan mampu memantik kepedulian yang lebih luas di ruang publik, terlebih melihat respons emosional para lansia yang meneteskan air mata haru saat disalami dengan takzim oleh para kader.

Agenda kemanusiaan ini kemudian dipungkasi dengan pembacaan doa bersama demi keselamatan organisasi dan kemaslahatan masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X