JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Barat bergerak taktis dalam menguatkan barisan kader di tingkat akar rumput menjelang pelaksanaan pemilihan umum.
Melalui jajaran Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan, partai berlambang matahari terbit tersebut menyelenggarakan Musyawarah Cabang Ke-VI secara serentak di Gedung Juang 45, Kecamatan Cianjur, Rabu lalu.
Agenda strategis ini sengaja dioptimalkan untuk mematangkan konsolidasi internal serta memperkokoh struktur organisasi demi merebut pencapaian optimal di kursi legislatif mendatang.
Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan DPW PAN Jawa Barat, Dani Mardani, mengonfirmasi bahwa penataan kepengurusan di tingkat kecamatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja terstruktur yang menyasar seluruh daerah di wilayahnya.
Khusus di wilayah Kabupaten Cianjur, proses pembenahan internal dipimpin langsung oleh ketua dewan pimpinan daerah setempat yang bertindak selaku pemegang mandat pelaksana tugas untuk seluruh pimpinan anak cabang di wilayah tersebut.
Forum permusyawaratan ini membawa tiga agenda utama yang meliputi peninjauan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, pengumuman formatur terpilih untuk menyusun struktur baru, serta perumusan program kerja taktis organisasi.
Seluruh formasi struktural yang dihasilkan oleh tim formatur nantinya akan segera diajukan ke tingkat wilayah untuk disahkan secara formal sebelum pelaksanaan rapat kerja daerah Kabupaten Cianjur dalam waktu dekat.
Dani Mardani menegaskan bahwa partainya membidik target ambisius untuk mengamankan enam kursi di parlemen daerah dari capaian saat ini yang hanya menyentuh empat kursi.
"Target kita di Cianjur adalah enam kursi, kita mengusung spirit seratus persen, artinya kita ingin setiap daerah pemilihan di Cianjur bisa terisi kursi partai," ujarnya.
Guna memenuhi target tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan struktur formal dari level pusat hingga basis rukun tetangga yang dikombinasikan dengan pergerakan jaringan relawan lokal.
Langkah masif ini sekaligus menjadi respons atas evaluasi kritis perolehan suara periode sebelumnya yang dinilai tidak selaras antar-tingkatan legislatif.
Dani mengungkapkan ketidakpuasannya lantaran PAN berhasil meloloskan wakil ke DPR RI dan mengamankan kursi di tingkat kabupaten, namun justru kehilangan keterwakilan di DPRD tingkat provinsi dari daerah pemilihan yang sama.
Dirinya menyatakan bahwa hal ini menjadi pekerjaan rumah besar sehingga diperlukan formula baru untuk menyatukan kerja pemenangan para calon anggota legislatif agar bergerak secara kolektif.
Sebagai jalan keluar atas ketimpangan tersebut, struktur wilayah memutuskan untuk mengintervensi langsung pemenuhan kebutuhan logistik para kader yang bertarung di lapangan.