JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Menyambut kepulangan rombongan jemaah haji asal Kabupaten Cianjur, kepolisian resor setempat bersinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, kementerian terkait, serta Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kabupaten Cianjur guna mematangkan skema pengamanan sekaligus pengaturan arus lalu lintas di sekitar area Makopolres Cianjur.
Langkah taktis ini diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan ribuan warga yang diprediksi bakal memadati lokasi penjemputan.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., menegaskan bahwa jajarannya sudah ditempatkan pada titik-titik krusial guna memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
Proses kedatangan rombongan terjadwal berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, mulai pukul tiga sore hingga enam petang.
Mengingat tingginya potensi penumpukan massa, pihak berwajib memberlakukan aturan ketat berupa pembatasan masuk ke area markas komando, di mana tiap jemaah hanya boleh dijemput oleh satu mobil berpenumpang maksimal dua orang.
Guna menampung luapan kendaraan keluarga lain, petugas telah memetakan sejumlah kantong parkir strategis di sekitar lokasi, seperti di halaman gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Boy Mini Soccer, serta area parkir milik kantor DPC PDI Perjuangan dan DPD Partai NasDem.
Rekayasa jalur dan zonasi ini diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan di sepanjang rute utama yang dilewati bus jemaah.
Pihak kepolisian pun meminta masyarakat kooperatif dalam mengikuti instruksi personel yang bertugas di lapangan.
"Demi kenyamanan bersama, kami mengajak seluruh keluarga jemaah haji dan masyarakat untuk mengikuti petunjuk petugas di lapangan," tutur Alexander Yurikho Hadi.
Menurutnya, kepatuhan warga terhadap regulasi batas penjemput dan lokasi parkir menjadi kunci utama agar momentum sakral kepulangan ini berjalan tertib, aman, serta penuh khidmat.