daerah

Transformasi Calon Guru, Mahasiswa PGMI Unisla Pamerkan Puluhan Karya Inovatif Berbasis Potensi Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:53 WIB
Mahasiswa PGMI Unisla pamerkan puluhan karya inovatif berbasis potensi lokal. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, LAMONGAN - Halaman Gedung D Universitas Islam Lamongan berubah menjadi pusat kreativitas akademis saat gelaran PGMI Showcase dan Exhibition 2026 berlangsung pada Rabu (24/6/2026).

Ajang ini menjadi pembuktian nyata atas penerapan metode pembelajaran berbasis luaran yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai tingkatan semester.

Pameran tersebut menyuguhkan puluhan hasil karya inovatif selama masa perkuliahan semester genap tahun akademik 2025/2026.

Koleksi yang ditampilkan sangat beragam, mencakup teknologi sains terapan, alat bantu ajar, produk hasil kewirausahaan, hingga instrumen penelitian pendidikan yang mengintegrasikan kearifan budaya daerah Lamongan.

Rangkaian agenda diawali dengan aktivitas kebugaran sebelum dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk rektor dan dekan fakultas terkait.

Kehadiran para pimpinan kampus ini menjadi simbol dukungan nyata bagi para mahasiswa untuk tidak sekadar berkutat pada teori, tetapi juga menciptakan solusi aplikatif yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat luas.

Para mahasiswa semester dua menunjukkan kebolehannya dengan merancang 12 purwarupa sains yang edukatif.

Beberapa perangkat yang mencuri perhatian antara lain alat pendeteksi permukaan air sungai, model roket hidrolik, hingga sistem penjernihan air mandiri.

Selain inovasi fisik, mereka juga berhasil menyusun tiga modul pembelajaran Al-Qur'an dan tajwid yang dirancang secara interaktif agar lebih mudah dipahami oleh siswa tingkat madrasah.

Tidak ketinggalan, mahasiswa semester empat memamerkan 15 media belajar matematika yang memanfaatkan bahan daur ulang serta 16 alat peraga literasi bahasa.

Seluruh karya tersebut disusun dengan tujuan agar proses belajar di jenjang sekolah dasar menjadi lebih kontekstual, menarik, serta mampu mendongkrak kemampuan numerasi dan literasi siswa secara signifikan.

Sementara itu, sektor kewirausahaan diisi oleh mahasiswa semester enam yang mengolah potensi pangan lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.

Sebanyak 14 varian makanan dan minuman seperti olahan ubi, buah murbei, hingga bunga telang dikemas menjadi kudapan modern yang memiliki prospek bisnis menjanjikan ke depannya.

Mahasiswa tingkat akhir atau semester delapan turut berkontribusi dengan menampilkan hasil riset pengembangan berupa media ajar dan komik edukatif berbasis etnomatematika.

Halaman:

Tags

Terkini