Produk tersebut menggunakan ikon lokal seperti Masjid Sendang Duwur dan kudapan tradisional Jumbrek sebagai materi pembelajaran yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak didik.
Ketua Pelaksana, Kiky Chandra, menyatakan bahwa pameran ini berfungsi sebagai panggung bagi mahasiswa untuk melatih rasa percaya diri.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak sekadar mengerjakan tugas, tetapi juga belajar mengomunikasikan gagasan serta berinteraksi langsung dengan audiens sebagai bekal menjadi pendidik profesional di masa depan.
Ketua Prodi PGMI, Musa’adatul Fithriyah, menambahkan bahwa agenda ini merupakan manifestasi dari komitmen prodi dalam mendorong inovasi yang berbasis kearifan lokal.
Menurut dia, kegiatan ini adalah jembatan yang menghubungkan teori di ruang kelas dengan kebutuhan nyata di dunia pendidikan.
Ia berharap mahasiswa dapat terus mengasah keterampilan pedagogik, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa wirausaha mereka guna menjawab berbagai tantangan masa depan yang kian kompleks.
Lebih dari sekadar ekshibisi, kegiatan tahun ini mencerminkan perubahan paradigma pendidikan tinggi yang kini lebih menekankan pada pengalaman praktis.
Melalui karya-karya tersebut, calon guru tidak lagi sekadar dipersiapkan sebagai tenaga pengajar, melainkan didorong menjadi inovator dan agen perubahan yang mampu memberikan solusi kreatif bagi permasalahan pendidikan.
Prodi PGMI Unisla pun menegaskan dedikasinya untuk melahirkan lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing kuat dalam menjawab kebutuhan pendidikan di abad ke-21.
Artikel Terkait
PWI Cianjur Berencana Gugat Media Online Terkait Pemberitaan yang Dinilai Menyudutkan
Sidang Gugatan Pedagang Cibeber, PT Agrinas Dipanggil Ulang oleh PN Cianjur
Pesantren Mama Cipoek Cianjur Gelar Wisuda Angkatan Keenam Najmutssuroya
Mutiara Pagi: Jalan Tak Pernah Buntu (Bagian 2250)
Kapolda Jabar Bekuk Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penganiyayaan
Lindungi Nasib Petani, Ketua Tani Merdeka Cianjur Desak Pemerintah Jamin Keberlanjutan Program MBG
Sinergi Disbudpar Cianjur dan Toko Nuhun Dorong Kemajuan Seni, Budaya dan Pariwisata
Manipulasi Data Penerima Terbongkar, Bulog Cianjur Pastikan 2,7 Ton Beras Bantuan yang Nyaris Dijual Kembali Aman
Kisah Unik di Balik Pelatihan Cukur RMI NU Cianjur: Dari Modal Lamaran hingga Takut Pulang ke Pesantren
Mutiara Pagi: Merawat Pagi (Bagian 2251)