Pada momentum yang sama, lembaga ulama tersebut juga menyambut baik rencana dibukanya Pameran Produk Halal serta komoditas unggulan daerah sebagai bagian dari rangkaian kemeriahan MTQH.
Hanya saja, KH. Aang mengingatkan bahwa otoritas penerbitan sertifikasi halal secara hukum tetap berada di bawah kendali Kementerian Agama serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
MUI sendiri dipastikan bakal memberikan sokongan penuh berupa rekomendasi sesuai dengan porsi kewenangan yang dimiliki agar bazar tersebut berjalan legal dan mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha lokal.
Catatan penting lainnya berkaitan dengan pemenuhan hak para juri dan pemenang. Pihak MUI meminta panitia memperhitungkan secara matang besaran uang pembinaan bagi peraih juara serta honorarium bagi Dewan Hakim agar proporsional.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghargaan konkret atas prestasi para kafilah sekaligus apresiasi atas integritas waktu dan keahlian yang disumbangkan oleh Dewan Hakim demi marwah kompetisi.
Suasana audiensi juga diperkaya oleh pandangan dari para peserta rapat, salah satunya KH. Ahmad Yani yang menekankan pentingnya menanamkan rasa memiliki, loyalitas tinggi, serta jiwa kepedulian di dalam sanubari setiap anggota kepanitiaan.
Ia menyatakan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas seremonial belahan tahun, melainkan tugas suci yang membutuhkan soliditas dan ketangguhan kolektif dalam menghadapi dinamika lapangan.
Melalui modal loyalitas dan kerja kelompok yang kokoh, saya percaya kepanitiaan ini sanggup mengurai segala hambatan sehingga acara berjalan elegan dan terhormat, jelas Ahmad Yani.
Sementara itu, tokoh lain bernama H. Ayi Mamduh mengusulkan adanya peningkatan kualitas pelayanan informasi. Dirinya menyarankan panitia membuka kanal pengaduan khusus yang interaktif bagi pengurus LPTQ kecamatan maupun masyarakat umum.
Keberadaan pusat layanan komunikasi tersebut dipercaya mampu menjadi solusi cepat dalam mendeteksi sekaligus menyelesaikan kesalahpahaman teknis sebelum membesar menjadi konflik.
Komunikasi yang buntu harus dihindari agar tidak ada masalah yang mengambang tanpa kejelasan, semua elemen perlu diberikan wadah untuk urun rembuk dan mendapatkan kepastian, kata Ayi.
Secara garis besar, seluruh pemangku kepentingan yang hadir bersepakat bahwa kekuatan internal panitia, kelancaran koordinasi lintas sektor, serta fleksibilitas dalam merespons kendala menjadi kunci utama penentu keberhasilan hajat besar ini.
Berbekal kematangan rencana dan sokongan penuh dari berbagai lembaga, gelaran MTQH ke-48 di Kecamatan Pagelaran diharapkan tidak cuma menjadi panggung kompetisi, tetapi juga momentum merekatkan persaudaraan, mencetak generasi pencinta Al-Qur'an, dan mengangkat roda ekonomi daerah melalui kegiatan kreatif pendukungnya.
Silaturahmi ini pun menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh indikator kesuksesan tercapai sehingga momen keagamaan ini meninggalkan kesan yang mendalam dan membanggakan bagi seluruh warga Cianjur.