Journalnusantara.com, Cianjur — Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Pelatihan Pangkas Rambut bagi Santri se-Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari 50 pondok pesantren di wilayah Kabupaten Cianjur. Minggu, (21/6/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi santri. Selain mendapat pelatihan, seluruh peserta juga menerima alat pangkas rambut lengkap sebagai modal awal usaha.
Ketua Panitia Pelaksana, Jamiludin, S.Pd.I., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian terhadap penguatan kompetensi santri di bidang keterampilan vokasional.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi bekal nyata bagi para santri untuk mandiri, produktif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi di lingkungan masing-masing,” ujar Jamiludin.
Aktivis NU Cianjur turut mengapresiasi serta menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan dalam menyukseskan kegiatan ini.
"Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bupati Cianjur, Kapolres Cianjur, BAZNAS Kabupaten Cianjur, PLN UP3 Cianjur, Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Komunitas Pangkas Rambut Cianjur (KPRC), BEM PTNU Cianjur, serta seluruh pihak lainnya yang telah berkontribusi." pungkas KJM sapaan akrabnya.
Ketua RMI PCNU Kabupaten Cianjur, KH. Endang Badruzzaman, menegaskan bahwa pesantren harus terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.
"Santri harus memiliki keilmuan, akhlak, dan keterampilan. Pelatihan ini merupakan ikhtiar agar santri mampu berdiri mandiri serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Muhamad Ihsan, S.E., menyampaikan dukungannya terhadap program pemberdayaan santri melalui pelatihan keterampilan. Menurutnya, peningkatan kapasitas santri merupakan investasi sosial yang penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi umat.
Sementara itu, Kepala Bidang Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Ahmad Syukri, S.S., mengapresiasi langkah RMI PCNU Cianjur yang menghadirkan pelatihan berbasis keterampilan bagi santri.
"Pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan kehidupan,” katanya.
Bupati Cianjur, dr. Muhamad Wahyu Ferdian, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat melahirkan santri-santri yang kreatif, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Cianjur mendukung program pemberdayaan santri. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan, membuka usaha, serta memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Dari Tiyo Ardianto hingga Roy Suryo: Demokrasi di Ujung Ujian, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Polres Cianjur Tertibkan Knalpot Brong demi Kenyamanan Publik
Alarm Kualitas Perencanaan Pengentasan Kemiskinan di Cianjur
Lewat Lapangan Hijau, Polres Cianjur Jembatani Kerinduan Suporter dengan Skuad Persib
SMK Pariwisata PHT Cianjur Hadiri Program 'Istana Untuk Anak Sekolah'
Cetak Rekor Dunia, MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas Nasional Berakhir Haru
Mutiara Pagi: Masa Depan Sebuah Bangsa (Bagian 2247)
Disbudpar Cianjur Sebut Kehadiran Anamcara Hotel and Resort Jadi Katalis Baru Kebangkitan Wisata Daerah
Pendaftaran Miss Grand Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
Mutiara Pagi: Hati yang Bersama-Nya (Bagian 2248)