Journalnusantara.com, Toraja Utara - Situs Megalitik Rante Kalimbuang terletak di Bori, Toraja Utara, di mana situs ini disebut mirip dengan Situs Stonehenge di Inggris.
Tentunya ini adalah salah satu spot wisata budaya yang direkomendasikan untuk sobat wisata kunjungi.
Cagar budaya ini terdiri dari Rante dengan batu-batu Simbuang yang unik yang sebagian besarnya telah berusia ratusan tahun, kompleks pekuburan liang batu, dan rumah adat Tongkonan.
Khususnya situs batu Simbuang yang menjadi daya tarik utama dari spot wisata ini, mirip dengan situs batu menhir Stonehenge yang ada di Inggris.
Keduanya pun merupakan peninggalan kebudayaan Zaman Batu Besar atau Megalitikum.
Batu Simbuang sendiri merupakan menhir yang ditanam pada Rante sebagai pertanda ritus upacara pemakaman Rambu Solo' akan segera dilaksanakan.
Situs batu ini bermakna sebagai tugu kebesaran dan sebagai simbol status bagi mendiang dan juga keturunannya.
Sementara Rante ialah sebuah tempat diadakannya ritus Rambu Solo' tingkat rapasan sundun dan rapasan sapu randanan.
Selain situs Megalitik Rante dengan batu Simbuang, pada kawasan wisata ini juga terdapat kompleks pekuburan liang batu, yakni kuburan yang dibuat pada bongkahan batu besar dan juga kuburan bayi pada pohon yang disebut passiliran dalam Bahasa Toraja.
Namun sayangnya, pohon tempat kuburan bayi berada telah dipenuhi oleh tumbuhan liar merambat sehingga lubang-lubang tempat bayi dikuburkan juga telah ikut tertutupi.
Selain itu, di bagian atas kompleks pekuburan terdapat rumah adat Tongkonan Lumika (Kondolele) yang merupakan salah satu spot berfoto favorit para pengunjung saat mengunjungi objek wisata ini.
Jejeran tanduk-tanduk kerbau yang dipajang pada tiang penopang atau disebut tulak somba pada tongkonan memang terlihat sangat estetik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berfoto di depan tongkonan tersebut.