opini

Refleksi Akhir Tahun

Minggu, 25 Desember 2022 | 06:24 WIB
Nanang Gojali

Oleh: Nanang Gojali

Tahun 2022 tinggal menghitung hari. Tahun 2023 sudah ada di pelupuk mata. Ada apa dengan pergantian tahun? Apa yang harus kita lakukan dengan pergantian tahun ini? "Ah ini kan tahun Masehi, kita muslim tidak perlu repot-repot dengan tahun baru Masehi, apalagi selalu dikaitkan dengan Natal?" Kata teman saya.

Masih banyak diantara kita yang masih memandang dan bersikap dikotomik terhadap waktu dan tahun ini. Padahal waktu yang melahirkan hari, hari menjadi pekan, pekan menjadi bulan, bulan menyebabkan adanya tahun, itu adalah ciptaan Allah dan milik Allah. Tahun Masehi ditentukan berdasarkan peredaran matahari, dan tahun hijriah berdasarkan peredaran bulan. Bukankah matahari dan bulan adalah makhluk ciptaan Allah? Karena itu, sudahlah, daripada kita terus menerus mempertentangkan hal-hal yang tidak begitu esensial, mendingan kita sikapi pergantian tahun masehi ini dengan melakukan refleksi. Apa yang telah kita banyak perbuat selama setahun 2022 ini? Bermanfaatkah hidup kita di tahun yang akan kita tinggalkan ini? Sudah berkontribusikah hidup kita untuk diri, keluarga dan masyarakat?

Jika pada tahun 2022 kita masih belum atau bahkan tidak banyak melakukan hal-hal baik yang bermanfaat, bahkan sebaliknya hanya menjadi benalu di masyarakat, mudah-mudahan di tahun 2023 kita masih diberi umur panjang dan berkesempatan untuk menata kehidupan ini dengan lebih baik lagi seraya berkontribusi untuk kepentingan memajukan eksistensi dan fungsi kedirian, memajukan kesejahteraan keluarga, memajukan media dan lembaga yang menjadi wadah kita berfastabiqul khairat. Dan jika kita mampu, ikut memajukan warga dan masyarakat Cianjur juga.

Empat belas abad yang lalu Nabi Mulia kita mengingatkan kita untuk menjadi manusia terbaik, salah satu ciri manusia terbaik adalah memiliki fungsi kebermanfaatan bagi manusia lainnya. Semua ustadz bahwa semua muslim, secara normatif tentu sudah sangat paham hadis ini. Nah, jika pada tahun 2022 yang akan segera tinggalkan ini, kita baru paham sebatas wacana, maka marilah di tahun 2023 yang sudah diambang gerbang, kepahaman itu kita aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Apapun profesi kita, dimanapun posisi kita, mari kita gunakan semua itu sebagai alat untuk meningkatkan kebermanfaatan dan kontribusi kita sebagai hamba Allah.

Jika Allah memberikan kelebihan ilmu, maka berikan ilmu itu kepada yang membutuhkan (pelajar, santri dan jama'ah pengajian). Apabila Anda diberi kebelihan rezeki, manfaatkan rezeki itu sebagiannya untuk membantu orang yang membutuhkan (faqir, miskin, para pejuang agama, dll). Dan jika kita hanya punya tenaga dan kekuatan fisik, sumbangkanlah tenaga kita untuk kepentingan pembangunan masjid, madrasah, dan sarana umum dan keagamaan lainnya. Akan lebih afdhal jika Anda menjadi orang yang bermanfaat dalam ketiganya; ilmu, harta dan tenaga.

Wallahu a'lam....

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB

Menenun Kebangkitan Adab

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:20 WIB