opini

Media Mainstream di Tengah Terpaan Berita Hoax

Selasa, 6 Desember 2022 | 16:51 WIB
Ragam media massa (Newsclick.in - INEPENDEN)

JournalNusantara.com/ SuaraMahasiswa - Manusia sebagai mahluk sosial akan membutuhkan peran dan keberadaan mahluk lain untuk berkomunikasi di dalam lingkungannya. Sehingga pada kehidupan modern saat ini peran media menjadi hal penting yang digunakan dalam berinteraksi antara satu orang dengan lainnya. Perkembangan zaman yang semakin canggih di berbagai aspek kehidupan telah membawa perubahan-perubahan yang begitu pesat terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Baca Juga: Ketahuan Konvoi Sambil Live IG, Polisi Tangkap Rombongan Gangster di Jakarta Timur

Kehadiran suatu media dianggap sebagai sumber informasi utama yang cepat dan tepat sehingga dapat mempengaruhi tatanan stabilitas kehidupan sosial yang dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Media sosial merupakan bagian dari new media di era global sekarang ini, seperti : facebook, twitter, line, whatsapp,instagram, youtube dan lain sebagainya yang dapat digunakan dengan mudah, dimana saja dan kapan saja.

Segala aspek politik, ekonomi, hukum, budaya, pertahanan dan keamanan bahkan pendidikan sekalipun, baik pada tingkat regional ataupun di tingkat nasional hampir tidak pernah luput dari sorotan media setiap waktunya.Tidak asing lagi masyarakat mendengar kata “hoax”, yang diartikan sebagai berita atau pernyataan yang tidak valid sehingga akan membuat keadaan menjadi panik. Konten hoax sering kali muncul bahkan dapat menimbulkan beragam konflik karena diragukan kebenarannya dan dianggap merugikan pihak-pihak (pribadi, instansi ataupun kelompok) yang berkaitan dengan penyebaran hoax itu sendiri oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Baca Juga: Gempa Bumi 6.2 SR Guncang Jember Jawa Timur, Terasa hingga Pacitan dan Trenggalek

Akibat adanya fenomena Hoax di media sosial, publik mulai tidak percaya pada media mainstream dan juga ketidakpercayaan publik pada Pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan pemblokiran tetapi tidak akan efektif juga. Semakin di blokir, pelaku Hoax akan membuat platform baru di Media sosial.

Hal ini terjadi akibat adanya kebebasan dan berekspresi, berpendapat dan pesta demokrasi dalam media massa, sehingga kondisi seperti ini menjadi ladang subur pesta Hoax.

Kebanyakan dari kita tentu sudah menyadari bahwa banyak sekali berita, artikel atau konten-konten yang menampilkan judul provokatif. Hal ini membuat banyak orang tergerak untuk bereaksi berlebihan saat membaca judul padahal isi/kontennya masih terbilang wajar atau biasa.

Baca Juga: Resepsi Pernikahan Kaesang Pangrep - Erina Gudono Kerahkan Ratusan Andong dan Becak

Fenomena ini yang menuntut kita sebagai pembaca atau penikmat konten untuk lebih berhati-hati dalam berasumsi atau berpendapat. Kita perlu membiasakan diri untuk terlebih dahulu membaca atau mencari tahu informasi secara akurat, bila terlalu cepat berasumsi tanpa memperhatikan kebenaran informasi yang didapatkan kita bisa saja menjadi salah satu penyebar hoax atau berita palsu.***(Syafira Wulan Diar/KPI)

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB