Oleh : Lilis Nuraeni
Tiongkok menjalankan pemerintahan secara sentralistik. Kekuasaan terpusat pada pemerintah nasional di bawah dominasi Partai Komunis Tiongkok (PTK). Bentuk pemerintahan republik sistem parlementer, mengadopsi ideologi sosialis/demokrasi komunis.
Anggota (elit) Partai Komunis Tiongkok (PKT) mendominasi seluruh struktur pemerintahan di Tiongkok. Meskipun anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) mendominasi seluruh struktur pemerintahan di Tiongkok kinerja dan profesionalitas elit PKT cukup tinggi.
Baca Juga: Sebab Cina Menuju/ Menjadi Negara Maju (Bag 1)
Meskipun PKT melabeli diri sebagai kaum proletar ( kelas pekerja dan petani) proses pembuatan kebijakan Tiongkok sangat elitis, dengan mekanisme top-down, sesuai dengan pembuatan keputusan yang ada dalam PKT. Aktor-aktor dalam pembuat kebijkan adalah komite tetap Polit Biro (PSC), Dewan Negara, KRN, dan kementrian.
Budaya politik dibangun berdasarkan konfusianisme dan komunisme bersumber dari Marxisme-leninisme.
Konfusianisme adalah ajaran sekaligus ideology yang memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan dan keyakinan politik masyarakat Tiongkok sejak ribuan tahun lalu. Benang merah dari konfusianisme dalam penyelenggarakan pemerintahan Tiongkok dipetakan menjadi 4 aspek penting yaitu 1) Penanaman moral, 2) Otoriatarian, 3) Government of goodness (seluruh masyarakat mengetahui peran dan memahami tentang bagaimana mereka memimpin diri sendiri), dan 4) Sifat elitis, dimana ajaran-ajaran Konfusianisme telah banyak mengontrol dan mengendalikan perilaku elit politik/yang memerintah Tiongkok. Meskipun saat ini konfusianisme mulai luntur pasca Revolusi Tiongkok (Mao Zedong), dan mulai masuk ideology komunisme yang bersumber dari Marxisme-leninisme.
Baca Juga: 32 Kontingan Wakili Jabar dalam FLS2N
Akan tetapi meskipun Tiongkok saat ini berada di bawah kendali dan dominasi komunisme (melalui Partai Komunis Tiongkok), telah berhasil memengaruhi perubahan fundamental dalam sistem politik dan kehidupan rakyat Tiongkok. Tiongkok mampu bermetamorfosis, mengubah dirinya menjadi negara yang sangat diperhitungkan di dunia. Tiongkok menjadi referensi negara-negara lain dalam melaksanakan pemerintahan, khususnya dalam reformasi ekonomi.
Baca Juga: Badiklat PP Persis Selenggarakan Uji Coba Pelatihan Kompetensi Dasar
Sebagai negara di posisi depan, tentu Tiongkok memiliki kekuatan, hegemoni dalam pergaulan internasional, baik secara ekonomi maupun politik. Sekutunya semakin banyak, dijadikan lahan untuk memasarkan hasil industrinya, juga Investasi. Dan Indonesia adalah salah satu mitra ekonomi, dan investasi.
Indonesia layak meniru konsep positif reformasi ekonomi Tiongkok, kecuali ideologi Marxisme-Leninisme yang tidak boleh lahir kembali, tumbuh, dan berkembang.***