Oleh : Abdul Qodir Majid (Mang Karni)
Kampus tertua di Cianjur katanya akan di caplok partai politik. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Coba tanyakan kepada rumput yang bergoyang. Pencaplokan memiliki arti pengambilan secara paksa atau dipaksakan.
Walau proses sesuai aturan tetapi ada norma yang dipaksakan sehingga menimbulkan rasa ketidaksukarelaan dari pihak internal kampus ataupun masyarakat yang mencintai kampus tersebut.
Baca Juga: Alumni Universitas Suryakancana (Unsur) Tolak Politisasi Kampus
Besarnya sebuah kampus bukan timbul begitu saja, ada dedikasi dewan pengajar, ada rasa cinta para pendiri, ada ketekunan para mahasiswa. Suasana yang harmonis, dinamis, semangat belajar diciptakan oleh para pengurus yayasan berkolaborasi dengan dewan rektor serta para dosen.
Jiwa akademis yang membara, tulus serta ikhlas menjadi sebuah ruh perjuangan kampus dalam mendidik mahasiswa. Kampus tertua di Cianjur itu telah melewati fase demi fase penuh tantangan hingga menjadi besar hingga saat ini. ada adat kebiasaan yang selalu dijaga dan dilestarikan baik dari mulai cara mendidik mahasiswa hingga memilih calon pengurus yayasan. Kampus tidak dirikan oleh Bupati yang sekarang, kampus berdiri puluhan tahun silam.
Kepala Daerah adalah pemegang kekuasaan yang dipilih oleh masyarakat Cianjur. Pemimpin yang harus memiliki sikap yang bisa menjaga ketentraman masyarakatnya. Pemimpin yang mampu melayani bukan menguasai. Pemimpin yang menghargai pendapat dari pihak yang pro dan kontra.
Baca Juga: Geram, GP Ansor Cianjur Kutuk Aksi Pembakaran Al-Quran di Hari Raya Idul Adha
Rencana ketua parpol menjadi calon pengurus yayasan beserta fungsinaris nya (Ketua, Sekretais, Bendahara, Anggota) sepertinya akan menjadi bola panas yang harus siap diredam oleh Bupati Cianjur. Karena Bupati ternyata menjadi salah satu petinggi parpol tersebut.
Apakah ini penunjukan para calon dari unsur partai itu sudah sesuai prosedur? Apakah mereka memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mengelola universitas terbesar di Cianjur ini? apakah sudah ada jejak pendapat atau uji kelayakan diinternal kampus terhadap mereka? atau ini lebih seperti "Sebuah Pencaplokan Untuk Kepentingan Pilbup 2024". Wallahualam.... ***