opini

Rekonsiliasi Negara-Negara Islam Timur Tengah, Madu atau Racun?

Rabu, 24 Mei 2023 | 23:29 WIB
Rekonsiliasi Negara-Negara Islam Timur Tengah, Madu atau Racun?

Kekuatan yang tersembunyi inilah yang sebenarnya menggerakkan melalui “invisible hands” (tangan-tangan tersembunyi” semua geliat pergerakan dunia, baik yang putih (damai) maupun yang kelam (perang). Mereka merancang peperangan-peperangan dan sebaliknya perdamaian demi mempertahankan “status quo” dan dominasi globalnya.

Maka di balik dari semua yang indah dan manis mengenai rekonsiliasi antara Suriah dan Liga Arab maupun Iran dan Saudi Arabia, juga menyembunyikan ancaman dan racun yang mematikan. Rekonsiliasi ini bisa saja menjadi jalan bagi “hidden power” tadi untuk semakin memperlebar jalan menuju kepada apa yang diinginkan di Timur Tengah. Yaitu menancapkan kaki membangun dominasi globalnya.

Dan jangan terkejut, jika dalam waktu dekat Suriah bahkan Iran yang selama ini masih dianggap ancaman terbesar Israel, selain Turki, tiba-tiba membangun hubungan dekat dengan Israel. Apapun bentuk relasi itu. Boleh jadi hubungan ekonomi, budaya, penelitian dan keilmuan, bahkan mungkin saja hubungan diplomatik.

Kalau hal ini terjadi maka Saudi Arabia tidak lagi memiliki alasan untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Saat ini Saudi masih malu-malu kucing membuka hubungan diplomatik dengan negara penjajah Palestina itu. Salah satu pertimbangan penting adalah imej. Jika Saudi Arabia membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sementara Iran tidak, maka wajah Saudi Arabia akan tercoreng di mata dunia Islam. Sebaliknya Iran akan dilihat sebagai “hero” oleh masyarakat Muslim dunia.

Kesimpulannya rekonsiliasi Suriah/Iran dengan negara-negara tetangga dapat membawa madu. Tapi juga dapat membawa racun berbisa. Dan korban terbesar dari racun berbisa itu adalah masa saudara-saudara kita di Palestina, khususnya status Jerusalem dan Masjid al-Aqsa.

Racun rekonsiliasi ini juga dicurigai akan menjadi ancaman bagi Turki yang dianggap kekuatan besar di Timur Tengah. Walaupun Turki adalah anggota NATO dan telah membangun hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi Turki di bawah kendali Erdogan adalah ancaman terhadap kekuatan tersembunyi (hidden power) tadi. Karenanya kalau Erdogan tidak bisa disingkirkan sacara paksa atau halus, akan ada manuver selanjutnya pasca rekonsiliasi Iran dan Saudi. Hope not!

Baca Juga: Resmi, Ketua STISNU Cianjur Masa Khidmat 2023-2027 Dikukuhkan Hari Ini

Manhattan City, 24 Mei 2023

Presiden Nusantara Foundation

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB