Mereka kini berumur sekitar 48 tahun. Tiga orang dari mereka kini bergabung dalam satu kantor pengacara. Satu lagi jadi operator alat berat.
Sedang Salaam jadi motivator, pengacara dan pegiat masyarakat. Belakangan Salaam dapat penghargaan tinggi dari Presiden Barack Obama.
Itu karena Salaam membawa pembaharuan dalam pemeriksaan polisi. Salaam bergabung dalam satu gerakan yang memperjuangkan ini: agar pemeriksaan di polisi harus direkam. Sejak awal sampai akhir.
Perjuangan itu berhasil. Sekarang pemeriksaan polisi harus direkam. Bahkan pakai video.
Salaam juga memperjuangkan satu mata anggaran untuk polisi: pelatihan untuk menghindari kesalahan dalam melakukan identifikasi barang bukti.
Gadis jogging itu sendiri, Trisha Meili, siuman setelah 12 hari. Tapi belum bisa berkata dan bergerak. Dia harus menjalani rehabilitasi selama 6 bulan.
Sebelum peristiwa itu Meili bekerja di investment banking. Kini dia bekerja di bagian rehabilitasi pasien trauma di Mount Sinai Hospital.
Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Kepulauan Meranti Tersangka Kasus Korupsi
Meili masih punya sedikit masalah dengan pengembalian ingatan. Tapi buku yang dia tulis laris sekali: Sayalah Si Gadis Jogging Itu.
Meili memang sudah kembali jogging. Kini ditambah yoga.
Sedang Reyes sendiri akhirnya dihukum 33 tahun penjara. Berarti kini sudah bebas. Atau menjelang bebas.
Begitu abadi kisah Central Park Lima ini. Saya juga sangat terpengaruh olehnya. Saya hampir selalu jalan-jalan ke Central Park setiap ke New York setelah itu. Sering pula jadi tour guide amatiran untuk teman-teman manajer saya. Saat itu.
Orang juga masih ingat iklan atraktif yang dipasang Donald Trump. Apalagi orang seperti Salaam. Yang diminta Trump harus dihukum mati. Para ahli media sepakat pengaruh iklan itu begitu kuat di opini masyarakat New York saat itu.
Bakat Trump sebagai provokator ternyata sudah terlihat sejak saat itu.
"Karma," ujar Salaam.(Dahlan Iskan)