opini

Darurat Akhlak

Selasa, 14 Maret 2023 | 19:48 WIB
Nanang Gojali, Pembina Ngaji Bareng (Ngabar) "Darurat Akhlak"

Oleh: Nanang Gojali (Pembina Ngabar)

Tragis, biadab, inilah dua kata yang paling tepat untuk menggambarkan kekesalan kita atas terjadinya kasus pembacokan yang dilakukan oleh sekelompok remaja yang terjadi di Bogor.

Kasus serupa sebetulnya sudah sering terjadi terutama yang dilakukan oleh gengster motor amatir di kota-kota termasuk di wilayah kota Cianjur. Tetapi apa yang terjadi baru-baru ini di kota Bogor, merupakan peristiwa kriminal yang menurut saya termasuk _extra ordinary_ mengingat dilakukan secara terbuka, di siang hari dan di jalan umum. Dan bahkan pelakunya anak sekolahan yang masih berusia belasan tahun.

Kasus pembacokan dan kejahatan jalanan yang dilakukan kaum remaja akhir-akhir ini, setidaknya menggambarkan dua hal sebagai berikut:

Baca Juga: Komisi XI DPR RI Minta Pemda Awasi Pembiayaan UMKM

1. Semakin sulitnya sekolah menjalankan fungsi pendidikan terutama sekolah jenjang menengah pertama dan atas. Meskipun tentu saja pihak sekolah sudah sedemikian rupa melakukan upaya-upaya bagaimana menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada siswa-siswinya. Sekolah di era modern saat ini ternyata belum cukup ampuh menjadi benteng moral dan akhlak. Masih kalah kuat dengan pengaruh lingkungan pergaulan pertemanan yang didukung dengan cengkraman medsos.

2. Nilai agama dan akhlak dikalangan remaja, semakin hari semakin terdegradasi, semakin mengkhawatirkan orang tua dan masyarakat. Dengan kejadian pembacokan terhadap anak sekolah, setiap orang tua yang masih punya anak sekolah di SMP dan SMA, merasa khawatir akan keselamatan anaknya jika pulang-pergi sendirian. Boleh jadi ketika anaknya masih berada di lingkungan sekolah, orang tua masih merasa aman. Tapi ketika mereka sedang di perjalanan, orang tua mulai was-was.

Baca Juga: Lestarikan Budaya, Pemprov DKI Jakarta Buka Seleksi Penari Tradisional

Kondisi remaja saat ini sudah berada dalam DARURAT AKHLAK, yang semua lembaga pendidikan; rumah, sekolah dan masyarakat harus mulai kembali menata kurikulum pendidikannya berbasis akhlak dan moral. Cianjur yang motto nya Cianjur Manjur dan Berakhlak Mulia kiranya perlu serius mengimplementasikannya untuk kemudian _mudah-mudahan_ menjadi _role model_ buat kabupaten/kota lainnya.

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB