Walaupun sudah dikenal sebagai tokoh nasional dan tokoh dunia, Abah Hasyim tidak gengsi menghadiri kegiatan-kegiatan masyarakat. Suatu waktu, Abah Hasyim pernah hadir di acara aqiqah tetangganya meskipun tidak diundang. Tentu saja, sohibul hajat kaget mengetahui kehadiran Kyai Hasyim. Menurut anggapan mereka, tidak mungkin tokoh selevel Kyai Hasyim Muzadi mau menghadiri kegiatan di level RT. Kekagetan itu berubah menjadi keharuan ketika Abah Hasyim memberi hadiah untuk bayi yang baru lahir.
Akhlak Abah Hasyim yang memuliakan tetangga itu yang memantik ibu-ibu di kawasan Kukusan untuk bergabung ke Muslimat NU. Tanpa harus mengglorifikasi NU, Abah Hasyim bisa memancing ketertarikan warga untuk mengikuti pengajian-pengajian yang diadakannya. Tidak hanya itu, Abah Hasyim Muzadi juga sering mengundang tokoh-tokoh Muhammadiyah dan warga sekitar untuk makan bersama di kediamannya.
Sampai tahun ke-6 dari wafatnya, warga sekitar al-Hikam masih mengenang akhlak mulia Kyai Hasyim Muzadi. Permintaan beliau untuk dimakamkan di Kukusan menunjukkan keinginan kuat beliau agar al-Hikam dekat dengan masyarakat sekitar...
Ila ruhi Kyai Hasyim Muzadi al-fatihah