opini

Api Kecil dari Masa Depan

Jumat, 12 Desember 2025 | 10:18 WIB
Dari Gladi Koor sampai Festival Lawang Sewu, Ragam Aktivitas Anak Muda Semarang Menjelang Natal 2025 (Ilustrasi gambar / pixabay)

Oleh: Yudi Latif

Selama tiga hari berturut-turut (08–10/12/2025), saya menyaksikan sesuatu yang tak pernah terlintas bahkan dalam bayangan paling liar.

Buku saya, Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia? dibedah di SMA dan SMP Al-Izhar, Pondok Labu. Saya datang dengan dugaan bahwa para gurulah yang akan membedahnya.

Ternyata, para siswa anak-anak muda dengan mata bening dan pikiran yang menyalakan kejutan yang mengambil alih panggung.

Sungguh, saya nyaris tak percaya. Mereka bukan hanya memahami gagasan inti buku itu; mereka menyulingnya, mengembangkannya dengan informasi tambahan dan ilustrasi visual yang membuat argumen saya lebih hidup.

Bahkan siswa SMP pun memaparkan analisis dengan ketelitian dan ekspresi yang mencengangkan.

Pengalaman ini membuka mata betapa sering kita meremehkan generasi baru. Kita terlalu mudah menempelkan stigma bahwa milenial dan Gen Z lemah literasi, dangkal nalar, rapuh konsentrasi.

Padahal stigma seperti itu adalah nocebo sosial: nubuat yang menggenapi dirinya sendiri dan membangun tembok yang melemahkan potensi mereka.

Namun pengalaman itu juga mengingatkan: potensi unggul ini tak serta-merta menjelma kreativitas produktif.

Seperti diingatkan Mihaly Csikszentmihalyi, kreativitas lahir dari ekosistem dari domain simbolik yang kaya nilai dan pengetahuan; wahana (field) yang memfasilitasi, memvalidasi, dan menjaga mutu; individu kreatif yang menggugah domain itu dengan terobosan.

Karena itu, dalam forum Kata Sains Diktisaintek dan Harian Kompas (10/12/2025), saya mengusulkan pembenahan tata nilai, tata kelola, dan tata sejahtera melalui lima sistem nasional: pendidikan yang menumbuhkan literasi dan nalar kritis; inovasi yang memeratakan infrastruktur pengetahuan; ekosistem sosial-budaya yang menyehatkan rasionalitas publik; politik yang berbasis bukti dan meritokrasi; serta ekonomi yang bertransformasi menuju ekonomi pengetahuan.

Tiga hari bersama pelajar Al-Izhar meninggalkan jejak mendalam: masa depan tak selalu datang sebagai ancaman; kadang ia hadir sebagai api kecil tenang namun menjanjikan.

Tugas kitalah menjaga nyala itu, agar tumbuh menjadi cahaya yang menerangi masa depan bangsa.

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB