Seorang wartawan senior bertanya kepada saya, apakah fenomena keributan nasab habib saat ini di pengaruhi faktor rebutan panggung antara sesama da'i? mungkin dia curiga sebagian kyai kampung tergerus rezekinya karena kalah saingan dengan majlis sholawat para habib yang menjamur di mana-mana mengalahkan pengajian kyai kampung.
Sejurus saya kaget dan tersenyum, ah ada ada saja wartawan, masak iyaa ada orang sudah jadi da'i dan kyai masih punya nurani hasad, itu penyakit hati paling berbahaya bagi manusia.
Ada 7 unsur-unsur yang menyebabkan perpecahan umat:
1. saling hasad
2. saling memusuhi
3. saling mencari celah-celah kesalahan
4. saling bersaing yang tidak sehat
5. saling memata-matai (jasus)
6. saling menghukum
7. saling membelakangi
Hasad merupakan penyakit hati yang berbahaya bagi manusia, karena penyakit ini menyerang hati si penderita dan meracuninya. membuat dia benci dan menginginkan kenikmatan itu hilang dari saudaranya.
Konon justru penyakit hasad itu justru paling banyak dibagikan oleh setan kepada para kyai dan da'i agar saling membenci , padahal hakikatnya hasad adalah menentang qadha & qadar yang telah ditetapkan Allah azza wa jalla.
Ibnu Qayyim Rahimahulloh berkata:
Sesungguhnya hakikat hasad adalah bagian dari sikap menentang الله. Karena si peng-hasad ini membenci الله atas nikmat-Nya yang telah الله turunkan.
Hasad juga membuatnya senang dan hilangnya Nikmat tersebut dari saudaranya, itu suatu sikap yang amat sangat tercela dalam agama Islam.
Allah SWT berfirman:
ام يحسدون الناس على ما اتهم الله من فدله،فقد أتينا ال ابراهيم الكتب والحكم و ا تينهم ملكا عظيما
Artinya: “Ataukah mereka dengki kepada manusia (محمد) Karena yang telah diberikan kepada الله kepadanya? Sungguh,kami telah memberikan kitab dan Nikmat kepada keluarga Ibrahim,dan kami telah memberikan kepada manusia Kerajaan-Kerajaan (kekuasaan) yang besar.”
Saya kagumi Gus Iqdam, adik ipar saya yang sedemikian keramat meskipun bukan habib dan Muhibbin habaib. Tidak ada kekuatiran bersaing dengan siapapun, santai dan berdakwah menyenangkan ummat, seperti juga Gus Baha dan Gus Qoyum, dakwahnya sejuk dan menentramkan tanpa kebencian.