Artinya: “Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam... dan jika ia sakit, jenguklah dia.” (HR. Muslim).
Mengunjungi orang sakit tidak hanya memberikan dukungan emosional dan moral kepada yang sakit, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang besar. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي. قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلَانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ؟"
Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT berfirman pada hari kiamat: ‘Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku.’ Maka manusia berkata: ‘Wahai Rabb, bagaimana mungkin aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Rabb seluruh alam?’ Allah berfirman: ‘Tidakkah engkau tahu, hamba-Ku yang fulan sakit namun engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu, jika engkau menjenguknya maka engkau akan mendapatkan Aku di sisinya?’” (HR. Muslim).
Dari hadits ini, jelas bahwa menjenguk orang sakit bukan hanya bentuk empati sosial, tetapi juga merupakan ibadah yang membawa manusia kepada kedekatan dengan Allah SWT.
*7. Menumbuhkan Karakter Positif dan Inplementasi Nilai-Nilai Islam dalam Menghadapi Sakit*
Berdasarkan ajaran-ajaran di atas, berikut adalah langkah-langkah solutif yang dapat diambil seorang Muslim dalam menghadapi sakit:
a. Sabar dan Ridha dengan Takdir
Sikap sabar adalah fondasi utama dalam menghadapi segala bentuk ujian, termasuk sakit. Dengan ridha atas ketetapan Allah, seorang Muslim akan merasakan ketenangan batin meskipun secara fisik menderita. Ridha terhadap takdir Allah tidak berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menerima segala yang terjadi sebagai bagian dari rencana ilahi.
b. Mencari Pengobatan yang Halal
Islam mendorong umatnya untuk berikhtiar dan mencari pengobatan yang sesuai dengan prinsip syariah. Rasulullah SAW bersabda:
تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً.
Artinya: “Berobatlah, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.” (HR. Ahmad).
Pengobatan bisa dalam bentuk medis modern maupun tradisional, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Penggunaan ruqyah dan dzikir juga dianjurkan sebagai bagian dari usaha penyembuhan spiritual.
c. Berdoa dan Memperbanyak Dzikir