opini

Kisah Nabi Muhammad SAW dan Ukasyah

Senin, 9 September 2024 | 12:00 WIB
Sejarah singkat Nabi Muhammad SAW. (freepik/freepik)

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama lama dalam keadaan lemah, Rasulullah SAW membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah, pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu ber-lebih lebihan. Nanti Allah SWT akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh. Kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya, sambil menangis sejadi-jadi jadinya.

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku,
Maafkan aku; mana ada manusia yg sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu...

Karena Engkau pernah mengatakan "Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya."

Seumur hidupku aku ber-cita cita dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata:

"Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!"

Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih Allah SWT...
Allahumma'sholli 'alaa Sayyidina Muhammad.
Allahumma sholli 'alayhi wassalam...

Semoga Allah SWT selalu meridhai kita semua. Aamiin...

Ayo kita posting di WA tentang Keagungan Rasulullah SAW...

Jangan sampai kisah ini kalah populer dibanding berita-berita yang ada saat ini!
Seluruh dunia mencintai Nabi SAW.

Kami ingin mengajak 500.000.000 Sholawat kepada sahabat yang mencintai Rasulullah Muhammad SAW.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB