Oleh: Euis Siti Solihah, Nessa Sri Neda, dan Siti Ajijah (Mahasiswi Semester 3 STAI Al-Azhary Cianjur)
Dari sudut pandang kehidupan manusia, agama merupakan fakta budaya dan sejarah yang didasarkan pada keyakinan yang tidak dapat disangkal. Agama hadir dalam diri setiap orang sepanjang hidupnya di bumi dan seluruh kehidupan manusia bergantung pada keyakinan agamanya. Sebab, agama merupakan sistem nilai universal yang ada pada setiap manusia.
Islam, agama rahmatan lil’alamin, diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Namun menyebarkan agama ini ke berbagai negara di dunia merupakan tugas yang sulit. Namun, juga unik dalam arti bagaimana Islam sampai ke nusantara. Prosesnya lebih tepatnya dilakukan melalui perdamaian dan oleh para pedagang. Umat Islam tidak bisa lepas dari tradisi lokalnya. Beginilah cara mereka berkomunikasi, beradaptasi, dan hidup. Akulturasi budaya tidak menghalangi penyebaran Islam di nusantara. Oleh karena itu, di kalangan penduduk nusantara, ajaran Islam yang dibawa oleh para wali dan saudagar Arab dengan mudah dianut. Para pendukung Islam tidak pernah menyebarkan agama mereka melalui kekerasan atau permusuhan; sebaliknya, mereka melakukannya melalui perdamaian dan adaptasi dengan budaya lain, karena tidak ada yang namanya “paksaan” dalam ajaran Islam. Akibatnya terbentuklah kebudayaan baru secara bertahap tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.
Demikian pula akulturasi adalah suatu proses sosial yang terjadi ketika sekelompok orang dari suatu kelompok budaya tertentu dihadapkan pada unsur-unsur budaya asing sehingga kemudian unsur tersebut diterima dan diolah menjadi budayanya sendiri. Pembinaan dalam bidang keagamaan dapat berdampak pada keimanan dan akhlak tinggi seseorang. Sinkretisme, perpaduan dua budaya, misalnya budaya Indonesia, merupakan salah satu contoh akulturasi budaya. Indonesia tidak hanya terkenal sebagai negara kepulauan, tetapi juga karena keberagaman suku, budaya, dan agamanya. Hal ini menjadikannya negara yang paling plural dalam hal agama, budaya, dan suku dibandingkan negara lain.
A. Proses masuk Islam di Indonesia
Islam merupakan a gama mayoritas di Indonesia dan agama ini mempunyai banyak ayat-ayat unik dalam proses penyebarannya. Saluran-saluran ini sangat membantu menyebarkan agama Islam dengan cara yang kompeten dan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Salah satu saluran berikut dapat digunakan untuk menjelaskan prosesnya.
1. Perdagangan
Jalan ini membentang dari abad ke-6 hingga abad ke-16 Masehi. Pengusaha Muslim menyebarkan pesan yang jelas tentang Islam (Herniti, 2017) . Saat itu banyak saudagar muslim yang pergi ke Indonesia dan tinggal di sana hingga kemudian membangun koloni. Mereka semua berbicara dan menyebarkan Islam di tempat ini. Setelah Harvest Festival, tahap akhir proyek dakwah dilakukan melalui pelatihan informal. Selama pembelajaran informal ini, terjadi perselisihan pribadi antara dua siswa yang mengidentifikasi diri mereka sebagai pendakwah.
2. Perkawinan
Pernikahan adalah sebuah proses Islamisasi. Data ekonomi menunjukkan bahwa pengusaha Muslim memiliki status lebih tinggi dibandingkan masyarakat lainnya, sehingga hanya anak perempuan yang mau bergabung dengan mereka sebagai mitra. Namun perempuan yang akan menikah harus mengucapkan syahadat sebagai protes terhadap Islam sebelum menikah, dan perempuan yang menikah untuk kedua kalinya harus mengucapkan syahadat sebagai protes terhadap Islam (Binarto, 2020).
3. Pendidikan
Islamisasi dilakukan oleh para ustadz, kyai atau ulama melalui jalur pendidikan melalui pesantren atau pesantren. Setelah menempuh pendidikan di suatu lembaga pendidikan, mereka meninggalkan lembaga pendidikan tersebut dan kembali ke negara asalnya atau lembaga pendidikan untuk mengajar dan meninggalkan lembaga pendidikan tersebut dan kembali ke negara asalnya atau dirinya sendiri untuk mengajar dan menyebarkan agama Islam (Mubarak, 2021). Setelah masuknya Islam, tata cara ini merupakan tata cara formal yang juga dapat digunakan sebagai tata cara pengukuhan setelah Islam diakui secara jelas dan resmi.
4. Tasawuf
Tasawuf merupakan ajaran yang bertujuan mendekatkan hati manusia kepada Allah SWT Sang Pencipta. Pendekatan sufi dalam dakwah diyakini dapat membantu menghidupkan kembali adat istiadat setempat, termasuk nilai, norma, tradisi, adat istiadat, dan kepercayaan yang telah lama hilang. Kemampuan beradaptasi tasawuf ini memungkinkan pertukaran budaya antara Islam, agama baru, dan Hindu, Budha, dan masyarakat adat.