opini

Indonesia Absence No More, Respected for Ever!

Kamis, 11 Januari 2024 | 06:06 WIB
Tiga calon Presiden (dari kiri) Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo. (f: tangkapan layar saat debat capres)

Tergantinya kewarga negaraan (citizenship) seorang anak bangsa tidak serta merta mengurangi jiwa kecintaannya (nasionalismenya) kepada Indonesia. Di sinilah kelebihan Anies yang pernah lama di luar negeri. Paham siapa dan apa yang bisa diperankan oleh diaspora untuk kepentingan promosi Indonesia di negara-negara di mana mereka berada.

Empat, bahwa keberadaan Indonesia di berbagai forum dunia menjadi sangat penting dalam mewarnai arah perjalanan dunia global. Indonesia tidak lagi bisa bersikap pasif dan menjadi penonton atau sekedar peserta yang baik.

Masanya Indonesia hadir dengan gagasan/ide dan mampu memperjuangkan ide/gagasan itu kepada partner di berbagai belahan dunia. Anies dalam hal ini menyebut satu forum yang sangat penting.

Yaitu forum Sidang Majelis Umum PBB yang sejak Presiden Jokowi menjabat tak sekalipun pernah hadir. Padahal forum ini adalah forum terbesar kepala-kepala negara/pemerintahan dunia. Tentu sebagaimana Anies tekankan kehadiran bukan sekedar peserta. Tapi harus menjadi pemain yang ikut menentukan warna dunia.

Lima, secara khusus hanya Anies yang kembali menekankan pentingnya terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bahkan statemen beliau sangat tepat. Upaya itu bukan sekedar pernyataan-pernyataan.

Tapi harus ada langkah-langkah kongkrit yang mengarah kepada terwujudnya kemerdekaan itu. Di sinilah Presiden sebagai Panglima diplomasi akan terujii. Apa gagasan dan ide dalam upaya membantu kemerdekaan Palestina.

Jangan sampai presiden hanya bisa melakukan “political stunt”, naik kereta ke Ukrain dan Rusia misalnya, tapi sesungguhnya tidak ada ide/wawasan yang jelas untuk ditawarkan sebagai solusi bagi penyelesaian konflik itu. Inilah nantinya yang akan membedakan Anies dan lainnya.

Intinya memang masanya Indonesia untuk lebih pro aktif dalam memainkan peranan besar dan ikut serta dalam menentukan warna perjalanan dunia ke depan.

Bahwa Indonesia sebagai negara besar, berpenduduk besar, dengan potensi besar hampir dalam segala aspek kehadupan dunia, harus mampu hadir dengan terhormat (respected) dengan menawarkan ide dan gagasan bagi terwujudnya dunia yang lebih baik.

Indonesia absence no more. Respected for ever!

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB