opini

Lima Problema Mendasar Dunia

Senin, 1 Januari 2024 | 05:08 WIB
Tampilan peta dunia pada Globe

Dua penyakit kronis ini; “ketakutan dan kesedihan” menjadi penyebab berbagai penyakit yang manusia rasakan saat ini. Hal itu karena hidup manusia memang ada di antara dua zona waktu.

Dan jika dua zona itu tidak disikapi dengan “akidah” yang benar akan melahirkan dua penyakit itu. Hari kemarin akan melahirkan rasa sedih karena tidak sesuai ekspektasi. Sementara hari esok akan melahirkan ketakutan karena tanpa memang tidak ada kepastian.

Maka Islam hadir dengan solusi. Tengoklah hari kemarin dengan rasa syukur. Seraya pandang hari esok dengan keyakinan dan tawakkal. Yakin bahwa segala hal ada dalam genggaman Allah, seraya sepenuh hati menggantung harapan pada Yang memilki langit dan bumi.

Ketiga, manusia mengalami “pembelahan” yang dalam (deep division). Pembelahan manusia ini bisa dalam banyak hal. Salah satunya yang paling kronis saat ini adalah pembelahan manusia dalam ras kemanusiaan (human race).

Ada rasa arogansi ras yang disebut rasisme dan perasaan superioritas karena warna kulit (white supremacy). Sejarah koloanisasi negara-negara Afrika dan Asia juga tidak bisa dipisahkan dari adanya rasa superioritas bangsa-bangsa Eropa.

Di sinilah Islam hadir sejak awal menawarkan “kesatuan dalam keragaman” manusia. Bahwa manusia itu memang secara alami ragam. Tapi pada saat yang sama mengajarkan “kesatuan keluarga Universal” (Universal human family”.

Sebagaimana difirmankan Allah: “Wahai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Sesungguhnya yang termulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa” (Al-Hujurat: 13). Rasulullah SAW kemudian menegaskan: “Ayah kalian itu satu. Semua kalian dari Adam dan Adam itu tercipta dari tanah”.

Keempat, manusia sedang mengalami krisis moral, bahkan berada di ambang kehancuran moralitasnya. Moralitas itu adalah batas pembeda antara apa yang baik dan buruk. Dengan moralitas manusia membedakan dirinya dari makhluk Allah yang lain.

Ketika manusia kehilangan pegangan moralitas maka mereka akan cenderung berprilaku hewani, bahkan lebih buruk dari hewan (ulaaik kal-an’ami bal hum adhollu”.

Apa yang kita saksikan saat ini adalah prilaku sosial manusia di mana moralitàs tidak lagi jadi tolak ukur. Ukuran kebaikan atau kejahatan ada pada hawa nafsu dan egoisme manusia.

Ketika tatanan moralitas hancur maka sesungguhnya kemanusiaan itu mengalami kehancuran. Sekuat apapun sebuah bangsa secara ekonomi, politik dan militer, jika moralitas telah hancur maka bangsa itu adalah bangsa yang sejatinya mengalami kehancuran. Segala fenomena menunjukkan bahwa manusia berada di ambang kehancuran itu.

Di sinilah Islam hadir membawa nilai-nilai moralitas yang solid. Nilai-nilai moralitas itulah menjadi ukuran “kebaikan dan keburukan”. Dan ditentukan oleh “pembeda kebenaran dan kebatilan (Al-Furqan).

Kelima, manusia mengalami gagal kontrol terhadap tendensi egoisirk dan kerakusan. Berbagai kerusakan, termasuk peperangan dan pengrusakan lingkungan hidup sesungguhnya disebabkan oleh ego dan kerakusan yang tak terkontrol itu.

Di sinilah Allah memberikan peringatan keras dan tegas di Surah An-Nazi’at: “Dan ingat ketika Ketukan besar itu telah tiba. Di kala itulah manusia akan ingat apa yang telah diperbuatnya.

Maka barangsiapa yang melampaui batas dan lebih mementingkan kehidupan dunia maka nerakalah tempat kembalinya. Tapi barangsiapa yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan hawa nafsunya maka syurga adalah tempat kembalinya”.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB