opini

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pondok Pesantren Melalui Agribisnis

Sabtu, 30 Desember 2023 | 13:05 WIB
, Wisata Waduk Calincing Cianjur (nanang rustandi)

Unit-unit pertanian yang ada di pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ antara lain
sebagai berikut:


a. Pertanian sawah

Pertanian yang saat ini dikembangkan adalah padi sawah, lahan sawah letaknya
cukup jauh dari pesantren. Hal ini dikarenakan lahan milik pesantren tidak terpusat pada satu tempat. Jenis padi yang dibudidayakan adalah jenis IR dan Ciherang.
Lahan pertanian sawah ini ada yang digarap oleh masyarakat, sasaran yang
menjadi prioritas adalah masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah.


b. Perkebunan

Perkebunan dikelola oleh santri yang merupakan santri-santri terpilih yang
memiliki keuletan dan memiliki pengetahuan tentang bidang perkebunan. Lahan
yang dipakai untuk perkebunan adalah sekitar 400 bata. Tanaman yang dibudidayakan
di Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ adalah tomat, kedelai, singkong dan
kacang tanah. Tanaman ini ditanam dengan sistem rolling tergantung musim. Hasil dari perkebunan biasanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan santri dan jika bersisa akan dijual kepada tengkulak. Hasil dari sekali musim tanam tomat saja dapat
menghasilkan sebanyak 1 ton.
Perkebunan pada saat ini masih lebih banyak melibatkan santri, pesantren
pernah melibatkan masyarakat namun tidak berlangsung lama. Hal ini karena lahan
yang dibuat untuk perkebunan belum terlalu luas dan dengan alasan masih tersedia
tenaga santri yang bisa dioptimalkan.


c. Peternakan

Peternakan yang saat ini dikembangkan oleh pesantren adalah
peternakan sapi, domba dan peternakan bebek. Pada unit ini melibatkan masyarakat
dan santri. Santri memelihara hewan yang ada di lingkungan pesantren dalam hal ini
peternakan bebek dan sapi. Santri memelihara bebek setiap hari dengan memberi
makan pada setiap pagi dan sore dan mengganti air minum pada tengah hari. Saat
ini bebek yang dimiliki oleh pesantren berjumlah 200 ekor.


d. Perikanan

Pesantren memiliki dua jenis bidang perikanan yaitu kolam darat dan
kolam jaring apung (KJA). Perikanan kolam darat dimulai sejak tahun 1999 sedangkan untuk KJA baru dimulai pada tahun 2006. latar belakang dibuatnya KJA adalah karena permintaan dari masyarakat yang berada di sekitar Desa Calingcing yang letaknya lebih dekat dengan waduk Cirata. Mereka merupakan masyarakat yang sudah menjadi konsumen tetap pesantren dan jika harus pergi ke kolam darat yang letaknya dekat dengan pesantren yang letaknya cukup jauh dengan mereka. Untuk itulah dibuat KJA agar masyarakat tersebut aksesnya lebih dekat.

Pada awal dibuatnya KJA yang dimiliki oleh pesantren hanya berjumlah empat
petak namun karena usaha ini terus mengalami kemajuan saat ini KJA yang dimiliki
oleh pesantren sudah berjumlah delapan petak dengan ukuran 6x6 m2 per petaknya.
Sedangkan untuk perikanan kolam darat pesantren memiliki 10 kolam yang letaknya
dekat dengan pesantren.
Ikan yang dibudidayakan di kolam darat adalah ikan lele, gurame, nila,
ikan mas dan saat ini akan mencoba membudidayakan ikan bawal. Sedangkan untuk
ikan budidaya di KJA adalah ikan nila gif dan nila super blue. Ikan nila super blue
memiliki keunggulan dibandingkan dengan ikan nila lainnya, hal yang membuatnya
lebih unggul adalah ukuran ikannya yang lebih besar.

Konsumen KJA dan kolam darat adalah masyarakat yang menggunakannya
sebagai konsumsi rumah tangga maupun untuk dibudidayakan kembali.
Masyarakat yang membeli utnuk dibudidayakan kembali biasanya membeli benih
ikan dengan harga Rp. 200.000,- per liternya. Sedangkan untuk mereka yang
membeli ikan untuk konsumsi, harga ikan adalah Rp.8000,- per kilonya.
Pada bidang perikanan, pesantren memiliki kerjasama dengan pihak BPTP
(Balai Pengembangan Teknologi Perikanan), kerjasama tersebut berupa kerjasama
dalam hal teknologi jantanisasi ikan.***

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB