OPINI, journalnusantara.com - Melihat tantangan guru dan orang tua dalam memberikan layanan berkualitas dan mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus, penerapan Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam pada anak luar biasa di SD Islam Kreatif Muhammadiyah berkembang sesuai dengan kebutuhan. Anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh Pendidikan yang layak dan sesuai dengan kebutuhannya.
Kurikulum merdeka sangat cocok untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus sesuai dengan apa yang mereka butuhkan, dimana anak berkebutuhan khusus dapat percaya diri saat berada dilingkungan sekolah. Perubahan kurikulum merdeka sangat relavan karena dapat membebaskan anak berkebutuhan khusus untuk ikut belajar dan mengembangkan potensinya.
Metode Kualitatif adalah penelitian yang digunakan dalam meneliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian SD Islam kreatif Muhammadiyah menggunakan kurikulum merdeka yang membuat anak berkebutuhan khusus siap mengikuti pembelajaran, termasuk Pendidikan Agama Islam.
Implementasi kurikulum merdeka di SD Islam Kreatif muhmmadiyah menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Panacasila (P5). Dalam kegiatan proyek ini anak berkebutuhan khusus mendapat kesempatan untuk belajar, mengamalkan, dan memahami bahwa profil pelajar Pancasila di kurikulum merdeka ini tidak hanya terfokus pada pendididkan kognitif saja, namun akhlak dan budi pekerti menjadi tujuan utama pengembangan kurikulum merdeka Pendidikan agama islam.
Jadwal P5 dilaksanakan seminggu sekali, di Masjid SD Islam Kreatif Muhammadiyah. Kegiatan tersebut meliputi mendengarkan, melihat, dan melakukan sesuatu yang islami. Misalnya murojaah, belajar sambil bermain dengan nuansa islami. Di sini ada baiknya menerapkan pembelajaran mandiri bagi anak-anak yang memerlukan dukungan khusus dan satu hal yang baik untuk mengimplementasikan merdeka belajar pada anak berkebutuhan khusus.
note. Mitha Pebria Hoerunnisa, Mahasiswi STAI AL AZHARY CIANJUR, Fakultas Tarbiyyah, Prodi Pendidikan Agama Islam.