Serba-Serbi Liga Voli Korea yang Belum Diketahui Fans Club di Indonesia

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 03:00 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi tampil gemilang, memimpin Red Sparks meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Hyundai Construction Hillstate, sekaligus memecahkan rekor 12 kemenangan beruntun di Liga Voli Korea Selatan! (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wpa/aa.)
Megawati Hangestri Pertiwi tampil gemilang, memimpin Red Sparks meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Hyundai Construction Hillstate, sekaligus memecahkan rekor 12 kemenangan beruntun di Liga Voli Korea Selatan! (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wpa/aa.)


Oleh: Agung Wibawanto

Ges, ternyata banyak fans di Indonesia yang masih bingung dengan sistem penilaian atau score dalam kompetisi liga voli di Korea? Kok membingungkan? Berikut kami bantu memberikan penjelasan agar lebih dipahami hingga tidak salah penangkapan. Mungkin juga kelak bisa menjadi pembanding sistem mana yang lebih efektif dsb.

Sistem kompetisi liga voli di Korea memang memiliki perbedaan dengan sistem kompetisi di liga lainnya (negara lain). Apa saja yang berbeda, yuk kita kenali satu-persatu.

Kita pahami dulu terkait score kemenangan yang banyak dibingungkan. Sebuah tim akan mendapatkan tiga poin jika meraih kemenangan skor 3-0 atau 3-1 dalam sebuah pertandingan, sementara yang kalah tidak mendapat poin. Untuk kemenangan dengan skor 3-2, tim pemenang hanya mendapat dua poin sementara tim yang kalah berhak mendapatkan satu poin.

Yang membedakan penghitungan poin Liga Korea dengan kejuaraan voli lainnya adalah pada penentuan posisi tim di klasemen. Di ajang voli pada umumnya, penentuan posisi di klasemen untuk tim yang memiliki poin yang identik adalah dengan jumlah menang > jumlah poin > rasio set > rasio poin per game. Begitu kan, pada umumnya?

Nah, sistem di atas tidak berlaku pada Liga Voli Korea Selatan. Pada Liga Voli Korea, penghitungannya berdasarkan jumlah poin > jumlah menang > rasio set > rasio poin > head to head pada pertemuan terakhir. Agak membagongkan bukan? Mungkin hanya karena belum biasa saja, seolah kompetisi dibikin rumit.

Sementara format kompetisi voli putra Korea V-League 2024/2025 diawali dengan musim reguler, dengan masing-masing tim akan bertanding 36 kali. Juara musim reguler langsung lolos ke grand final. Sementara tim peringkat 2, 3, dan 4, masuk ke babak play-off dan tergantung selisih poin di klasemen akhir.

Secara garis besar format liga voli putra tidak berbeda dengan liga voli putri. Tim juara musim reguler lolos ke final. Peringkat 2 masuk play-off. Kemudian tim peringkat 3 diharuskan melakoni babak play-in terlebih dulu melawan tim peringkat 4, jika kedua pihak selisih 3 poin atau kurang.

Babak play-in menggunakan format single leg, dan digelar di markas tim yang punya ranking lebih baik di klasemen akhir musim regular. Sementara babak play-off berlangsung dengan format best of three, lalu grand final format best of five.

Tambah membingungkan gak sih? Semoga tidak ya.

Nah, sekarang soal regulasi pemain asing. Liga Voli Putra Korea (V-League) memiliki regulasi pemain asing yang sama dengan sektor voli putri. Setiap tim diizinkan mendaftarkan 2 pemain asing, dengan rincian 1 pemain asing bebas, dan 1 pemain asing Asia.

Proses pemain asing dan non-asing (Asia) di liga voli Korea seperti apa? Berikut regulasinya. Setiap pemain asing ataupun pemain Asia harus mendaftar dan terdaftar di Liga Voli Korea (KOVO) lalu diwajibkan melakukan try-out hingga nantinya diseleksi lolos tidak tersedia sebagai pemain asing yang bisa dikontrak klub. Namun jika perpanjangan cukup mendaftar dan terdaftar lalu try-out, tidak diseleksi lagi.

Terkait regulasi rekrutmen pemain asing ini terdapat pro-kontra. Klub tidak bisa secara bebas transfer pemain yang dinginkan sesuai skema klubnya. Klub hanya bisa memilih pemain asing yang sudah melalui proses rekrutmen oleh KOVO. Itu berarti stok terbatas hanya itu saja yang tersedia. Sedang dipertimbangkan baik buruknya.

Lalu ada pula pertanyaan dan harapan agar Megawati bisa terus berada di Red Spark. Megawati diketahui sudah memasuki musim kedua di Red Spark, otomatis dia akan terganjal regulasi jika berada di klub yang sama untuk musim berikut. Mau bagaimana lagi? Itu sudah menjadi aturan KOVO bahwa setiap pemain asing termasuk Asia, hanya boleh 2 musim berturut-turut di klub yang sama.

Jika Megawati masih ingin di Liga Voli Korea, maka ia harus berpindah klub (pasti banyak yang meminatinya). Atau, ia mulai petualangan baru ke liga-liga lain di Jepang, misalnya, atau Turki dan Italia? Alasannya, grade Megawati sudah bisa disejajarkan pemain asing. Kedua, liga yang disebut masih cocok dengan gaya main Mega yang mengandalkan kelincahan dan kecepatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mencerna Makanan Saat Sakit

Sabtu, 4 April 2026 | 10:43 WIB

Taktik Serangan Balik Sepakbola

Jumat, 3 April 2026 | 20:38 WIB
X