Journalnusantara.com - Putri Tenun Songket Indonesia Intelegensia 2022, Catherine Mag mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk melestarikan budaya Nusantara yang dikenal unik dan menarik.
"Pesan khusus saya bagi masyarakat untuk tetap melestarikan warisan budaya Indonesia khususnya kain tenun dan songket yg memiliki potensi besar agar terus berkembang sebagai identitas Indonesia," katanya kepada wartawan, Ahad (03/12/2022).
Baca Juga: Meriah, West Point Hotel Bandung Gelar Grand Opening 8th Cafe and Skylounge
Catherine bersama Yayasan Putra Putri Tenun Songket Indonesia (YPPTSI), Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara (CBKN), dan Komunitas Indonesia International Fashion Art and UKM (KADIIFA) terus mengupayakan berbagai hal dalam pelestarian kain tenun dan songket.
"Salah satunya rencana melalui Relictum NFT Indonesia berbasis Blockchain 5.0 Relictum.io, yang membuka ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif atau para pekerja seni lainnya dalam mempromosikan produk dan karya tenun songket," ujar pemilik akun instagram @catherinemagg
Baca Juga: Ronaldo Gabung Klub Arab Saudi, Gajinya Selangit Bikin Geleng-Geleng Kepala
Menurutnya, aset digital Non Fungible Token (NFT) belakangan menjadi tren yang mendulang miliaran rupiah dari karya di metaverse. Menjadikan peluang bagi banyak pekerja seni seperti pengrajin, penenun dan yang lainnya. Ini dilakukan melalui promosi digitalisasi di era 4.0 menggunakan Internet of Things, Big Data dan Artificial Intelligence.
"Relictum NFT itu platform yang sudah diluncurkan oleh Digital Asset Academy dan rencananya akan berkolaborasi bersama. Melalu edukasi tentang relictum NFT ini harapannya masyarakat dapat mendaftarkan hasil karyanya di Dunia Metaverse," ucapnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2022: Menang Dramatis, Korea Selatan Dampingi Portugal Lolos 16 Besar
Anak pertama kelahiran Malang tahun 2001 ini mengatakan, Relictum NFT akan berperan mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak di era digital. Penenun bisa memasarkan hasil karya mereka yang terbaik untuk ditampilkan ke hadapan publik baik lokal dan Internasional.
"Era Metaverse merupakan dunia virtual, di mana pengguna bisa melakukan segala macam aktivitas. Teknologi ini layaknya kehidupan nyata dan bisa diakses dengan syarat-syarat tertentu. Sehingga bisa menjangkau lapisan masyarakat menengah ke atas berbasis digital sesuai dengan selera masing-masing," tuturnya.
Ia menjelaskan, para penenun akan diberi workshop mengenai digitalisasi melalu platform metaverse kemudian mereka akan mengirim hasil karyanya ke platform Relictum NTF indonesia, kemudian ketika sudah terjual mereka akan mendapatkan upah berupa crypto yang dapat ditukarkan dengan uang.
Baca Juga: Membanggakan, Guru Sejarah SMANSA Cianjur Juara 1 Lomba Pengembangan Media Pembelajaran
Artikel Terkait
Heboh...fenomena Ikan Naik Kedaratan di Kepulauan Seribu, Bertanda Apa Ini ?
Waw...Tersedia Tenda Wikwik untuk Korban yang Gempa di Cianjur, Benarkah ?
Ji Chang Wook akan Menggelarkan Fan Meeting di Jakarta
Membanggakan, Guru Sejarah SMANSA Cianjur Juara 1 Lomba Pengembangan Media Pembelajaran
Lukman Sardi Pemeran Arif Dirgantara Menjadi Buah Bibir Netizen, Disebut Sugar Deddy Idaman
Selain Bantu Logistik, Para Akademisi Hibur dan Beri Motivasi Anak-Anak di Pengungsian
Piala Dunia 2022: Menang Dramatis, Korea Selatan Dampingi Portugal Lolos 16 Besar
Peduli Kemanusiaan, Pesantren Izzul Islam Karangtengah Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Cianjur
Meriah, West Point Hotel Bandung Gelar Grand Opening 8th Cafe and Skylounge
Daftar Negara Lolos dan Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022, Jerman dan Belgia Jadi Penonton