Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan mengikuti contoh terbaik dari Nabi Muhammad SAW. Kebiasaan sehari-hari Rasulullah SAW tidak hanya memiliki banyak manfaat spiritual tapi juga secara fisik dan biologis.
Allah SWT telah berfirman lewat surat Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi;
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya:
"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”
Mari kita coba ikuti kebiasaan sehat ala Nabi Muhammad SAW yang terbukti khasiatnya. Mengutip dari Muslim Council of Hong Kong, kebiasaan tersebut bahkan sudah dibuktikan secara ilmiah bagus untuk kesehatan.
Baca Juga: Mahkamah Konstitusi is NOTSapi for Sale
1. Bangun lebih awal saat pagi hari
Nabi Muhammad SAW bangun tidur lebih awal saat adzan Subuh berkumandang setiap hari. Apa hubungannya bangun pagi dengan kesehatan?
Secara ilmiah, bangun pagi secara ilmiah berkorelasi dengan produktivitas yang lebih baik. Tak hanya itu, kesehatan mental juga menjadi lebih baik secara umum.
Jadi, bangun lebih awal mungkin sulit tapi dengan langkah kecil ini meskipun hanya bangun 15 menit lebih awal, Bunda dapat mulai meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
2. Porsi makan sedikit
Kebiasaan sehat ala Nabi Muhammad SAW selanjutnya adalah makan dalam porsi yang sedikit. Ada sunnah nabi yang menyebutkan berhenti makan sebelum kenyang. Dalam ilmiah, ini dikaitkan dengan mencegah penyakit, termasuk obesitas dan diabetes.
Dalam konsep Islam disebutkan bahwa 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk cairan, dan 1/3 untuk napas. Sangat cocok dengan konsep makan sehat ala Jepang yang menganjurkan makan sampai 80% kenyang.
“Tidaklah anak Adam mengisi bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suap untuk mempertahankan hidupnya. Jika dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napas.” (HR. Al-Tirmidhi & Ibnu Majah)