kesibukan datang silih berganti
mengisi hari tiada henti
langkah terasa begitu berarti
namun arah kerap tak terkendali
waktu habis untuk dunia
demi mengejar yang kasat mata
hingga lupa yang di atas sana
yang memberi kita segalanya
kita sibuk menata rencana
bagaimana mendapatkan dunia
namun sering lupa untuk bertanya
buat apa semua yang kita punya
yang dekat sering terlupakan
padahal tak pernah menjauh
hanya karena kesibukan
membuat kita berpaling jauh
maka hati terasa sempit
meski dunia dalam genggaman
hidup pun semakin rumit
tak pernah merasakan kebahagiaan
maka berhentilah sejenak
di tengah riuhnya kehidupan
agar hati kembali menapak
mendekatkan diri kepada Tuhan
karena dalam setiap langkah
hidup bukan sekadar berlari
melainkan tentang kembali berserah
kepada Sang Pencipta semesta ini
Malang, 17 Juni 2026
Salam sehat,
M. Sinal