“Kita semua adalah saudara”
sebuah kalimat sederhana
nyaris seperti doa
dapat dilantunkan siapa saja
lahir dari kesadaran manusia
dengan segala perbedaan rupa
berakar pada satu asal yang sama:
ciptaan Yang Maha Kuasa
namun, sejarah panjang peradaban
memperlihatkan ironi yang tak terelakkan
persaudaraan kerap menjadi permusuhan
biang keladi peperangan dan perpecahan
di balik kata “saudara”
yang seharusnya ada jalinan mesra
tapi terselip sejumlah kepentingan
yang melampaui batas kewajaran
tergelincir dalam ambisi
sebagai penentu harga diri
jabatan ukuran kehormatan
kekayaan indikator kemuliaan
dalam pusaran itulah
persaudaraan kerap bermasalah
memudar bukan karena hilang
melainkan hati yang meradang
iri, dengki, dan benci
mengalahkan setiap kebenaran
ambisi yang tersembunyi
suara yang selalu didahulukan
Malang, 22 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal