(Jejak Kearifan Prof. Imam Suprayogo)
terdapat dua cara
dengan jalan yang berbeda
kepulangan umat manusia
menuju Sang Maha Pencipta
ada pulang yang dijemput
ada pulang yang dicabut
keduanya adalah panggilan
sesuai amal dan perbuatan
kepulangan yang dijemput
panggilan lembut dan terindah
jiwa tenang tanpa rasa takut
seperti musafir pulang ke rumah
dalam balutan kasih sayang
jiwa pulang dengan senang:
“Wahai jiwa yang tenang,
kembalilah dengan hati yang lapang,
bergabunglah bersama hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
kepulangan yang dicabut
adalah panggilan dengan paksa
utusan Tuhan datang mencabut
tanpa jeda untuk bisa menunda
seperti perpisahan yang mendadak
yang tak mungkin dapat ditolak
tiada kelembutan yang menyentuh kalbu
jiwa pun kembali dalam keadaan pilu
perbedaan yang hakiki
bukan bagaimana kepulangan terjadi
melainkan situasi yang mengiringi
saat kembali menghadap Sang Ilahi
yang patut direnungi
bukan kapan kita akan kembali
melainkan dalam keadaan seperti apa
kita dipanggil oleh Sang Pencipta
Malang, 20 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal