life-style

Mutiara Pagi: Fenomena Zaman (Bagian 2184)

Minggu, 19 April 2026 | 06:44 WIB
Ilustrasi bersepeda di sore hari melewati masjid (Grok & Canva)

masyarakat yang gampang marah
bagai gelombang tanpa arah
datang cepat, menggulung siapa saja
yang berdiri di hadapannya

di ruang digital yang kian riuh
penilaian sering kehilangan ruh
dari potongan informasi yang tak utuh
begitu cepat seseorang jadi tertuduh

karena emosi yang sesaat membakar
kebenaran pun menjadi samar
apalagi saat beda pandangan bertebar
yang benar mudah sekali terlempar

mereka terpikat pada sensasi
melupakan arti verifikasi
lebih percaya pada kecepatan
daripada mencari ketepatan

seseorang segera dinyatakan bersalah
sebelum fakta tersusun secara utuh
karena luka akibat suatu masalah
penilaian pun menjadi keruh

padahal dalam prinsip keadilan
setiap insan berhak atas penjelasan
bukan sekadar vonis dari kerumunan
atau riuhnya suara karena kebencian

Malang, 19 April 2029
Salam sehat,

M. Sinal

Tags

Terkini

Mutiara Pagi: Semua Dipergilirkan (Bagian 2277)

Selasa, 21 Juli 2026 | 06:53 WIB

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB