Malam seribu bulan
bukan hanya terjadi di langit
tetapi juga di dalam jiwa
momentum terbukanya pintu langit
turunnya rahmat yang luar biasa
dalam keheningan malam itu
setiap detik yang berlalu
menjadi saksi pertemuan
antara kefanaan manusia
dan keabadian Sang Pencipta
Malam seribu bulan
bukan sekadar malam
melainkan juga mengajarkan
makna yang sangat mendalam
bahwa kualitas mengalahkan kuantitas
ketika seorang hamba
mampu menundukkan egonya
menemukan kehadiran Ilahi
dalam dirinya sendiri
Malam seribu bulan
adalah malam penuh ampunan
bukan sekadar ampunan biasa
melainkan dihapuskan seluruh jejak dosa:
“Allahumma innaka ‘afuwwun
tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf,
Engkau mencintai pemaafan,
maka maafkanlah aku.”
Malang, 19 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal