(Menafsir petuah Syekh al-Saduq)
Syekh al-Saduq pernah berpetuah:
“La jabr wa la tafwiḍ, bal amrun bayna al-amrayn.”
tidak ada paksaan mutlak
juga tidak ada penyerahan mutlak
sehingga setiap perkara
berada di antara keduanya
manusia tidak memiliki kehendak
juga tidak dipaksa untuk bertindak
manusia diberi kemampuan untuk memilih
apa pun perbuatan yang mereka pilih
Tuhan menciptakan manusia
beserta kemampuan dan potensi
namun dalam menggunakan kemampuannya
tetap bergantung kepada kehendak Ilahi
kekuatan bertindak berasal dari Tuhan
pilihan dalam bertindak adalah kebebasan
namun keadilan Tuhan tetap terjaga
sesuai tindakan yang dipilih oleh manusia
takdir bukanlah belenggu
melainkan cakrawala yang jadi pemandu
tempat manusia menulis kisah nyata
dengan tinta keringat atau pun air mata
setiap langkah adalah jawaban
atas kebebasan yang dianugerahkan
setiap pilihan akan menjadi saksi
pada setiap kisah yang ditulis sendiri
Jakarta, 14 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal