(Pertemuan dengan Sutardji Calzoum Bachri)
Di wajahnya
waktu tidak tampak sebagai kelelahan
melainkan sebagai kebijaksanaan
rambut memutih dan janggut panjangnya
seolah bercerita perjalanan panjang bahasa Indonesia
dari mantra, dari sunyi
dan keberaniannya dalam berpuisi
telah merombak pakem yang ada
mengembalikan kata kepada roh asalnya
pertemuan ini terasa seperti berjumpa
dengan sejarah yang masih bernapas
Sutardji Calzoum Bachri yang bersahaja
memancarkan wibawa sunyi dengan ikhlas
di tengah hiruk-pikuk acara
kehadirannya terasa seperti jeda
mengingatkan bahwa kebudayaan besar
selalu lahir dari hati dan pikiran yang benar
Aku merasa, pertemuan ini
tidak sedang berdiri di hadapan seorang penyair
melainkan di hadapan bahasa yang sedang bersaksi
tentang ketabahannya yang mengalir laksana air
Sutardji bukan sekadar penjaga roh bahasa
tetapi merawat kemungkinan
bahwa kata dapat menjadi doa
bahkan jalan pulang menuju Tuhan
Malang, 18 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal