JOURNALNUSANTARA.COM - GERD adalah gangguan pencernaan yang terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, menyebabkan rasa terbakar di dada dan tenggorokan, serta rasa asam atau pahit di mulut.
Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) belakangan menjadi masalah kesehatan yang sering ditemui pada kalangan mahasiswa.
Meskipun penyakit ini tidak mengancam jiwa, dampaknya cukup serius bila tidak segera ditangani dengan tepat.
Mahasiswa seringkali menjadi kelompok yang rentan terhadap GERD, terutama karena pola hidup yang kurang sehat.
Baca Juga: 3 Tips Ampuh Menghadapi Teman Gampang Bawa Perasaan
Aktivitas perkuliahan yang padat, ditambah dengan tugas yang menumpuk, seringkali membuat mahasiswa lupa akan pentingnya pola makan yang benar dan teratur.
Ditambah lagi, tekanan akademik yang tinggi kerap memicu stres, yang turut memperburuk kondisi ini.
Jika dibiarkan begitu saja, GERD bisa memicu masalah kesehatan yang lebih besar, seperti penyakit jantung atau bahkan kanker.
Membedakan GERD dan Maag: Dua Penyakit dengan Gejala Serupa
Banyak orang yang masih bingung membedakan GERD dengan maag, karena keduanya memiliki gejala yang mirip.
Namun, keduanya berbeda dalam hal penyebab dan dampaknya.
Maag adalah kondisi yang sering terjadi setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian atas perut atau dada.
Gejalanya biasanya berupa nyeri atau kembung setelah makan.
Baca Juga: 8 Cara Parenting yang Membantu Anak Tumbuh Mandiri dan Percaya Diri